IND | ENG
Ramai-ramai Gunakan ‘Metaverse’ untuk Gaet Pengguna Seluler

Ilustrasi | Foto: ibc.org

Ramai-ramai Gunakan ‘Metaverse’ untuk Gaet Pengguna Seluler
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 04 Februari 2022 - 11:10 WIB

Cyberthreat.id – Sejak Facebook mengganti nama induk perusahaan menjadi Meta Platform Inc, dunia maya tiba-tiba ramai dengan istilah metaverse alias dunia virtual.

Padahal, Facebook bukanlah perusahaan teknologi yang belakangan mengenalkannya. Sebelumnya, beberapa perusahaan sudah fokus pada pengembangan metaverse. Platform game Roblox disebut-sebut sebagai pelopor metaverse. ‎‎(Baca: Selain Facebook, Ini Sejumlah Perusahaan yang Fokus pada Metaverse)

Namun, sebagai raksasa media sosial, Facebook sebagai trendsetter sehingga membuat lainnya turut terpengaruh.

Kini istilah metaverse banyak dipakai sebagai promosi jualan oleh para pengembang aplikasi seluler, setidaknya 552 aplikasi memakai istilah ini untuk menggaet pengguna baru, menurut riset Sensor Tower yang baru dirilis di blog perusahaan, dikutip Jumat (4 Februari 2022).

Mereka menyertakan “metaverse” di judul dan deskripsi untuk mempromosikan aplikasi dan game di toko aplikasi seluler.

Dalam jumlah aplikasi yang diteliti, Sensor Tower menganalisis apakah aplikasi juga menyebutkan kata kunci "crypto", "NFTs", "AR" (augmented reality), atau "VR" (virtual reality).

Dari keempatnya, “crypto” terlihat paling banyak dalam hubungannya dengan “metaverse”, yaitu sekitar 23 persen dari aplikasi yang menyebutkan metaverse atau 144 aplikasi. Ini tidak mengherankan, mengingat bahwa komunitas web3 crypto sangat bergantung pada kehebohan akhir-akhir ini.

"NFT" adalah istilah paling populer kedua, muncul di 18 persen atau 118 total aplikasi. Istilah "AR" dan "VR" ditemukan masing-masing 11 persen dan 9 persen dari aplikasi "metaverse".

‎Di semua aplikasi global yang diberi peringkat di App Store dan Google Play, total 86 aplikasi menambahkan referensi "metaverse" ke judul atau deskripsi antara November 2021 dan Januari 2022, tulis Sensor Tower.‎

‎Setelah Facebook mengumumkan rencana metaverse pada 28 Oktober, jumlah aplikasi yang merujuk kata "metaverse" tumbuh 66 persen dari bulan ke bulan. Pada akhir November, 29 aplikasi telah diperbarui untuk memasukkan kata tersebut, lebih dari dua kali lipat dari 11 aplikasi pada Oktober.‎

‎Penerbit game seluler menunjukkan minat paling besar untuk bergabung dengan metaverse, dengan 19 persen aplikasi (107 aplikasi) menyertakan kata kunci dalam judul atau deskripsinya. ‎‎Microsoft‎‎ dan ‎‎Take-Two, keduanya baru-baru‎‎ ini mengisyaratkan minat mereka pada NFT dan metaverse.

Kategori terbesar kedua ialah “Finansial”, terhitung 101 aplikasi, diikuti oleh “Sosial” (70 aplikasi), “Hiburan” (57 aplikasi), “Buku” (37 aplikasi), “Lifestyle” (33 aplikasi), “Tools” (26 aplikasi), “Bisnis” (25 aplikasi), “Seni dan Desain” (13 aplikasi), dan “Pendidikan” (11 aplikasi).[]

#metaverse   #crypto   #nft   #sensortower

Share:




BACA JUGA
Malware Docker Terbaru, Mencuri CPU untuk Crypto & Mendorong Lalu Lintas Situs Web Palsu
Grup Lazarus Korea Utara Mencuci Mata Uang Kripto Rp14 Triliun
Hacker Sikat Rp3 Triliun dari Perusahaan Crypto Mixin
LABRAT Baru, Eksploitasi Cacat GitLab untuk Aktivitas Cryptojacking dan Proxyjacking
Serangan Tanpa File PyLoose Berbasis Python Targetkan Beban Kerja Cloud untuk Penambangan Cryptocurrency