
Crypto.com | Foto: businessfast.co.uk
Crypto.com | Foto: businessfast.co.uk
Cyberthreat.id – Crypto.com, platform bursa aset kripto asal Singapura, mengatakan sebanyak 483 pengguna terkena dampak dari penarikan dana secara ilegal yang terjadi pada Senin (17 Januari 2022).
“Penarikan dana secara ilegal tersebut berjumlah 4.836,26 ETH, 443,93 BTC, dan sekitar US$66.200 dalam mata uang kripto lain,” ujar perusahaan dalam pernyataan resminya, Jumat (21 Januari) dikutip dari ZDNet.
Perusahaan mengatakan dalam sebagian kasus perusahaan bisa mencegah penarikan ilegal dan pelanggan juga mendapatkan penggantian penuh.
Pada Senin lalu, Crypto.com mendapati bahwa terdapat transaksi penarikan dana yang tidak melibatkan otentikasi dua faktor (2FA) pengguna.
Melihat kejadian itu, mereka pun mencabut semua token 2FA pengguna dan meningkatkan langkah-langkah penguatan keamanan tambahan. Crypto.com juga meminta semua pelanggan untuk mereset token 2FA.
"Dengan sangat hati-hati, kami mengubah dan bermigrasi ke infrastruktur 2FA yang benar-benar baru,” ujar perusahaan.
Berita Terkait:
Kebijakan baru
Setelah kejadian itu, perusahaan membuat kebijakan baru, di mana penarikan dana pertama ke alamat yang masuk daftar putih harus menunggu 24 jam.
Perusahaan juga membuat kebijakan akan mengembalikan uang pengguna hingga US$250.000 jika terjadi penarikan tidak sah dengan persyaratan tertentu harus terpenuhi.
Persyaratan tersebut, di antaranya memiliki otentikasi multi-faktor pada semua transaksi jika memungkinkan, membuat kode anti-phishing setidaknya 21 hari sebelum penarikan yang tidak sah, dan pengguna tidak dapat menggunakan ponsel pintar yang di-jailbreak.
Selain itu, pengguna juga harus mengajukan laporan polisi dan mengirimkan salinannya kepada perusahaan, serta mengisi "kuesioner untuk mendukung penyelidikan forensik".
"Syarat dan ketentuan dapat bervariasi menurut pasar sesuai dengan peraturan setempat. Crypto.com akan membuat penentuan akhir persyaratan kelayakan dan persetujuan klaim," kata perusahaan itu.[]
Share: