
Bendera China | Foto: studyinchinas.com
Bendera China | Foto: studyinchinas.com
Cyberthreat.id – Otoritas China pekan lalu mengumumkan dua hal yang menguatkan terkait dengan tata kelola internet di negara tersebut.
Pertama, Cyberspace Administration of China (CAC), badan pengawas siber, mengeluarkan rancangan regulasi yang mengatur aplikasi seluler pada Rabu (5 Januari 2022).
Para penyedia aplikasi internet dilarang menyediakan aplikasi yang membahayakan keamanan nasional dan mengganggu ketertiban sosial.
“Penyedia layanan aplikasi dan platform distribusi tidak boleh menggunakan aplikasi untuk kegiatan ilegal yang membahayakan keamanan nasional, mengganggu ketertiban sosial, atau melanggar hak-hak sah dan kepentingan orang lain,” tulis Global Times, media lokal China, diakses Selasa ( 11 Januari).
Draf tersebut dikeluarkan setelah pada Selasa (4 Januari), CAC juga mengeluarkan peraturan baru terkait layanan rekomendasi algoritma “untuk memastikan ketertiban pasar dan melindungi hak serta kepentingan konsumen”.
Singgung soal keamanan data
Ada beberapa hal yang disinggung dalam draf regulasi tersebut, salah satunya tentang keamanan data. Disebutkan dalam draf, (1) penyedia aplikasi harus mengambil langkah-langkah teknis untuk memastikan keamanan selama pemrosesan data dan meningkatkan seluruh proses sistem manajemen keamanan data.
(2) Penyedia aplikasi harus mendapatkan lisensi untuk layanan informasi berita internet saat menyebarkan informasi melalui aplikasi.
(3) Selama pemrosesan informasi pribadi, penyedia aplikasi tidak boleh memaksa pengguna untuk menyetujui pemrosesan informasi pribadi yang tidak penting untuk alasan apa pun. Atau, memblokir pengguna untuk mendapatkan akses ke fungsi dasar karena mereka enggan memberikan informasi pribadi yang tidak penting tersebut.
(4) Penyedia aplikasi tidak boleh membujuk pengguna untuk mengunduh aplikasi melalui promosi palsu atau melalui informasi ilegal dan tidak diinginkan, atau memperoleh lalu lintas dengan mengontrol komentar atau melalui praktik “clik farming”.
(5) Penyedia aplikasi harus fokus pada kesehatan mental anak di bawah umur dan secara ketat menerapkan kewajiban untuk registrasi dengan nama asli.
(6) Produk dan layanan yang dapat menyebabkan kecandungan di kalangan anak di bawah umur tidak boleh diberikan dalam bentuk apa pun.
Untuk merespons draf regulasi tersebut, masyarakat telah diberi waktu hingga 20 Januari.
“CAC tidak menentukan aplikasi tertentu atau menguraikan proses penilaian keamanan, selain mengatakan semuanya itu harus dilakukan sesuai dengan peraturan nasional,” tulis Reuters.
Aturan tersebut nantinya berlaku untuk "teks, gambar, suara, video dan produksi informasi lainnya", serta pesan instan, penyebaran berita, komunitas forum, streaming langsung, dan e-commerce, kata regulator.
Pengaturan algoritma
Sementara, CAC juga menyatakan bahwa mulai 15 Februari akan memberlakukan aturan baru bagi perusahaan internet dengan jumlah lebih dari 1 juta pengguna. Perusahaan harus “menjalani tinjauan keamanan sebelum melakukan penjualan saham di luar negeri”.
Alasan CAC ialah ada risiko bahwa infrastruktur informasi utama, data inti, data penting, atau sejumlah besar informasi pribadi dapa terpengaruh, dikendalikan, atau digunakan secara jahat oleh pemerintah asing, dikutip dari Reuters.
Selain itu, CAC juga akan menerapkan regulasi lain per 1 Maret. Kebijakan ini menyangkut penggunaan teknologi rekomendasi algoritma untuk penyebaran berita atau informasi. Disebutkan bahwa pengguna harus diberi hak untuk mematikan layanan jika mereka menginginkannya.
Penyedia layanan rekomendasi algoritma (1) tidak boleh menggunakan teknologi untuk terlibat dalam aktivitas ilegal atau menyebarkan informasi ilegal, dan harus mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran konten online yang berbahaya, disebutkan dalam regulasi, dikutip dari China Daily.
Selain itu, (2) “Teknologi algoritma tidak boleh digunakan untuk mempengaruhi opini publik online, menghindari pengawasan dan pengelolaan, dan terlibat dalam kegiatan monopoli dan persaingan tidak sehat.”
(3) “Juga, menyerukan kepada penyedia layanan rekomendasi algoritmik untuk mempromosikan nilai-nilai mainstream dan menyebarkan energi positif.”
(4) Penyedia layanan algoritma dilarang menggunakan algoritme untuk memblokir informasi, memanipulasi daftar peringkat atau hasil penelusuran, mengontrol penelusuran atau pemilihan, memalsukan suka dan komentar, atau membajak lalu lintas online, dikutip dari Global Times.
Dua regulasi itu diusulkan pada tahun lalu dan diperkirakan berdampak pada sebagian besar perusahaan internet di China, seperti ByteDance (pemilik TikTok), raksasa e-commerce Alibaba Group, dan lain-lain.
Hal itu lantaran algoritma sebagian besar didasarkan pada kecerdasan buatan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempromosikan produk dan layanan mereka.[]
Share: