
Walmart | Foto: timesfreepress.com
Walmart | Foto: timesfreepress.com
Cyberthreat.id – Walmart, perusahaan ritel terkemuka asa Amerika Serikat, menghadapi masalah keamanan siber sehingga harus berurusan dengan Kepolisian Kota Shenzen, China selatan.
Kepolisian setempat menemukan 19 kerentanan di sistem jaringan Walmart pada akhir November 2021. Mereka menuding bahwa perusahaan terlambat memperbaiki celah tersebut, tulis China Quality News, yang dikutip oleh Reuters, Sabtu (8 Januari 2021).
Aparat penegak hukum pun meminta agar Walmart memperbaiki segera. Namun, laporan media lokal tersebut tidak menyebutkan terkait denda atau rincian kerentanan.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Walmart.
Meski Walmart belum secara terbuka mengomentari hal ini, Reuters melaporkan, seorang eksekutif Sam's Club mengklaim bahwa masalah tersebut adalah "kesalahpahaman" dan bahwa tidak ada penghapusan produk-produk yang berasal dari Xinjiang secara sengaja.
Belum lama ini, Walmart juga menghadapi kritik dari warganet China lantaran salah satu pengecernya di negara itu membatasi barang dari Xinjiang. Pada Desember 2021, Sam’s Club, pengecer gudang milik Walmart, dituding oleh warganet China sengaja menghapus semua produk yang bersumber dari Xinjiang, tulis CNN, 4 Januari lalu.
Pada Desember, Sam’s Club didenda 10.000 yuan (US$ 1.568) di Shanghai oleh regulator pasar kota karena melanggar undang-undang keamanan pangan setelah mereka menemukan bahwa produk sayuran beku tidak memiliki tanggal produksi atau kadaluwarsa, menurut laporan media lokal lain.
Sejak beberapa tahun terakhir, AS menyerang China dengan isu dugaan pelanggaran HAM dan kerja paksa di Xinjiang, wilayah yang dihuni mayoritas Muslim Uyghur. Namun, pemerintah China membantah tudingan tersebut.
Selain Walmart, produsen chip AS, Intel juga membuat surat pemberitahuan kepada para pemasoknya di China tidak menggunakan tenaga kerja atau sumber barang atau jasa dari Xinjiang. Intel pun dicemooh oleh warganet China. (Baca: Singgung Isu Xinjiang, Produsen Chip Intel Dicemooh Warganet China)
Share: