
Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi. | Foto: Arsip Kemenkominfo RI
Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi. | Foto: Arsip Kemenkominfo RI
Cyberthreat.id – Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, mengatakan, pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi pada 2021 di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Dedy, pandemi Covid-19 membuat sektor informatika dan komunikasi terus berbenah dengan membangun sektor digital nasional. Terlebih, aktivitas masyarakat juga terus berubah dari ruang fisik ke ruang digital.
“Dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional per kuartal yang cenderung fluktuaktif, sektor informasi dan komunikasi secara konsisten tumbuh positif dan tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, bahkan pertumbuhan ekonomi global,” ujar Dedy dalam jumpa pers “Mendigitalkan Indonesia: Restrospeksi Kominfo 2021 dan Outlook 2022”, Kamis (30 Desember 2021).
Dedy menyebutkan, pada tiga kuartal pertama sektor informasi dan komunikasi tumbuh berturut-turut di angka 8,7 persen, 6,8 persen, dan 5,52 persen tahun ke tahun. Sektor digital pun menjadi salah satu akselerator bagi sektor lain selama pandemi covid-19, melalui beragam solusi di sektoral seperti e-Health, edutech, fintech, dan e-commerce.
“Setidaknya ada delapan program prioritas mulai dari pembangunan infrakstutur digital, penataan spekrtum frekuensi radio, pengendalian konten digital, tata kelola pemerintahan digital, optimalisasi ekonomi digital, pengembangan SDM atau talenta bidang digital, orkestrasi komunikasi publik, dan presidensi G20 indonesia,” kata dia.
Terkait dengan pembangunan infrakstutur digital, Kementerian Kominfo telah membangun infrstruktur digital di dalam tiga lapisan. Pertama, lapisan backbone serat optik Palapa Ring.
Tahun ini merupakan tahun evaluasi atas pemanfaatan Palapa Ring dan untuk meningkatkan utilisasi palapa ring masih diperlukan penggelaran serat optik untuk menghubungkan titik-titik yang belum terhubung.
Kedua, lapisan middle mile. Telekomunikasi dan informatika Indonesia saat ini mendayagunakan sembilan satelit telekomunikasi atau setara dengan 153 Bita/detik, di mana 55 persen di antaranya digunakan oleh Kominfo. Pada 2021 telah dimulai serangkaian proses konstruksi satelit multifungsi Satria 1 dengan kapasitas 153 Bita/detik, termasuk pembangunan komponen roket di Perancis dan Amerika Serikat, serta pembangunan 11 stasiun bumi di Indonesia.
Ketiga, lapisan last mile. Kominfo telah memulai pembangunan menara sinyal di 9113 desa/kelurahan yang belum memiliki akses internet 4G di wilayah 3T oleh BAKTI dan 3435 BTS di wilayah non 3T oleh operator seluler.
“Untuk mendukung itu semua, kami telah membangun pusat monitoring telekomunikasi yang akan mengukur quality of service dan quality of experience jaringan internet di Indonesia, serta menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dengan gangguan layanan di 514 kabupaten kota,” terang Dedy.
Ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dalam pembangunan infrastruktu tersebut, antara lain keterbatasan pembiayaan, khususnya bagi pembangunan di wilayah 3T. Solusi untuk hal ini, pemerintah menggunakan skema pembiayaan bersama atau blended financing. Kenda lain, topografi atau kontur bentang alam, serta keberagaman medan yang mempengaruhi dalam proses pembangunan dan perawatan infrakstutur.
Pada 2022, Dedy mengatakan Kominfo akan memaksimalkan utilitas jaringan kabel serat optik Palapa Ring, penambahan satelit, dan pembangunan gateway, penyelesaiaan menara sinyal konektiftas 4G di 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: