
Benny Gantz bersama istrinya di rumah mereka | Foto: AP
Benny Gantz bersama istrinya di rumah mereka | Foto: AP
Cyberthreat.id - Musuh dalam selimut! Label itu cocok disematkan bagi Omri Goren Gorochovsky. Bagaimana tidak. Pria 37 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu di rumah Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz itu, ternyata diam-diam menyuplai informasi rahasia ke geng hacker Black Shadow yang diyakini bekerja untuk Iran, musuh bebuyutan Israel.
Namun, ibarat sepintar-pintarnya menyimpan bangkai, bau busuknya pasti tercium juga. Pada 4 November lalu, Goren ditangkap dan dijebloskan ke tahanan.
Media lokal Jerussalempost.com melaporkan, dalam dakwaan yang diajukan ke pengadilan oleh Kantor Kejaksaan setempat pada hari Kamis (18 November 2021), Goren dan rekannya menjanjikan menyuplai informasi dari rumah Menteri Pertahanan kepada Black Shadow.
Untuk menyakinkan dirinya bekerja di rumah Menteri Pertahanan Israel, Goren memotret dan mengirim foto-foto termasuk meja, komputer, tablet, kotak dengan label tentara IDF, brankas terkunci, mesin penghancur kertas, nomor Internet Protocol, foto Gantz dan keluarganya; dan fotokopi setoran pajak bumi daerah milik menteri.
Goren dikabarkan menghubungi kelompok hacker lewat Telegram setelah pemberitaan bulan lalu yang mengungkap aktivitas peretasan oleh Black Shadow yang menargetkan Israel.
Goren mengusulkan kepada Black Shadow agar dia memasang virus ke komputer pribadi Menteri Pertahanan Benny Gantz. Namun, menurut biro keamanan domestik Shin Bet, Goren tidak terkena pasal materi rahasia karena cepat tertangkap.
“Harus ditekankan bahwa mengingat protokol keamanan operasional di rumah menteri, Goren tidak terkena materi rahasia dan oleh karena itu tidak ada dokumen semacam itu yang ditransfer ke pihak yang berhubungan dengannya,” kata Shin Bet seperti dilansir Times of Israel.
Kantor berita Prancis AFP menyebutkan, Goren punya catatan kriminal yang buruk: 14 kali ditangkap dalam berbagai kejahatan termasuk perampokan bank.
Sementara Times of Israel merincikan, Goren sebelumnya telah dinyatakan bersalah atas kejahatan lima kali dari tahun 2002 hingga 2013, termasuk dua hukuman untuk perampokan bank dan lainnya untuk pencurian dan pembobolan paksa. Goren telah menjalani empat hukuman penjara, hukuman terakhirnya selama empat tahun.
Hal itu menimbulkan pertanyaan, bagaimana bisa orang dengan rekam jejak seperti itu bisa dipekerjakan di rumah salah satu pejabat tinggi keamanan Israel.
Kondisi itu membuat oposisi MK Itamar Ben-Gvir meminta Komisi Luar Negeri dan Pertahanan Knesset (DPR-nya Israel) untuk meninjau kembali bagaimana seorang penjahat yang telah beberapa kali dihukum bisa bekerja di rumah Gantz.
Dalam penyelidikan oleh Shin Bet dan polisi, Goren menjelaskan motifnya dan rincian obrolannya dengan perwakilan Black Shadow. Penyelidikan dilakukan oleh Unit Investigasi Kejahatan Internasional Shin Bet dan Lahav 433 atas sepengetahuan Gantz.
Menurut dakwaan, Goren terinspirasi untuk menghubungi kelompok tersebut setelah mendengar tentang serangan siber oleh Black Shadow, yang melakukan serangan siber besar-besaran di situs web sipil Israel bulan lalu, di antaranya mencuri data dari situs kencan LGBT Israel yang populer dan menyebarkannya ke publik.
Meskipun lembar dakwaan tidak secara eksplisit membahas motivasi Goren, itu menunjukkan bahwa dia bertindak karena pertimbangan keuangan, diduga memberi tahu kelompok itu bahwa dia akan "mentransfer informasi dari rumah ke [Black Shadow] dengan imbalan sejumlah uang."
Bagi Gantz, ini bukan pertama kalinya dia menjadi sasaran upaya peretasan oleh Iran. Pada 2019, ponsel pribadinya dikabarnya diretas oleh Iran.[]
Share: