IND | ENG
 Sistem Kesehatan Kanada Pulih dari Peretasan setelah Ribuan Tindakan Medis Dibatalkan

Ilustrasi via GlobalSign

Sistem Kesehatan Kanada Pulih dari Peretasan setelah Ribuan Tindakan Medis Dibatalkan
Yuswardi A. Suud Diposting : Kamis, 11 November 2021 - 07:11 WIB

Cyberthreat.id - Sebuah insiden keamanan siber di Kanada, tepatnya di provinsi Newfoundland dan Labrador,  melumpuhkan beberapa jaringan kesehatan, yang menyebabkan pembatalan ribuan janji temu, termasuk untuk perawatan kemoterapi.

Otoritas regional Eastern Health, yang mempekerjakan 13.000 orang, pada 9 November lalu mengumumkan bahwa sistem emailnya berfungsi kembali.

“Sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap serangan siber yang berdampak pada sistem TI perawatan kesehatan di Newfoundland dan Labrador, telah ditentukan bahwa beberapa informasi pribadi dan informasi kesehatan pribadi diakses dari sistem tersebut,” kata pemerintah provinsi dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 9 November seperti dilansir CyberScoop.

“Peninjauan sedang berlangsung untuk menentukan apakah ada informasi lain yang terpengaruh dalam insiden tersebut dan pembaruan lebih lanjut akan diberikan sebagaimana mestinya.”

Serangan ini pertama kali terdeteksi pada 30 Oktober lalu. Peretas memperoleh akses ke informasi  tentang pasien dan karyawan Eastern Health saat ini dan 14 tahun terakhir.   

Selain itu, peretas juga mengakses data 9 tahun terakhir milik  Labrador Grenfell Health. Informasi pasien meliputi nama, alamat, nomor layanan kesehatan, alasan kunjungan, dokter dan tanggal lahir.

Informasi karyawan dapat mencakup nama, alamat, informasi kontak, dan nomor Asuransi Sosial, yang serupa dengan nomor Jaminan Sosial AS.

Pejabat pemerintah Kanada belum mengatakan siapa yang dicurigai dalam insiden terbaru, atau apakah ransomware terlibat.

Serangan terhadap perawatan kesehatan telah lama menjadi salah satu yang paling mendesak di dunia maya, mengingat potensi konsekuensi hidup dan mati pasien jika layanannya terganggu.

Pada bulan September, sebuah gugatan  menuduh bahwa insiden ransomware menyebabkan kematian bayi di rumah sakit Alabama.

Sementara itu, setidaknya satu geng ransomware secara khusus menargetkan rumah sakit, berharap pihak rumah sakit lebih mungkin membayar uang tebusan dengan cepat mengingat risikonya.

Di AS, Badan Keamanan Siber dan Keamanan Infrastruktur Departemen Keamanan Dalam Negeri pada hari Selasa mengeluarkan peringatan tentang kelemahan perangkat lunak yang berpotensi memengaruhi ribuan perangkat medis.[]

#keamanansiber   #kesehatan

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Pentingnya Penetration Testing dalam Perlindungan Data Pelanggan