IND | ENG
Mengenal Fitur ‘Idle Detection’ Chrome yang Disebut Berbahaya

Google Chrome | wallpapercave.com

Mengenal Fitur ‘Idle Detection’ Chrome yang Disebut Berbahaya
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 09 November 2021 - 11:29 WIB

Cyberthreat.id – Google dua bulan lalu mengeluarkan pembaruan peramban webnya, Chrome v94 untuk desktop, iOS, dan Android. Ada salah satu fitur yang dibawa Google yang memicu perdebatan di kalangan pro privasi.

Chrome menyertakan secara default API “Idle Detection” yang berfungsi mendeteksi pengguna ketika tidak beraktivitas. “Fitur Idle Detection dirancang untuk aplikasi multipengguna seperti saat rapat, obrolan, dan game online,” tulis The Register, diakses Selasa (9 November 2021).

Fitur tersebut memberi tahu aplikasi web atau pengembang situs web tersebut saat pengguna tidak aktif, seperti kurangnya penggunaan mouse dan keyboard, screensaver aktif, penguncian layar aktif, atau pengguna beralih ke layar lain.

Pemantauan itu terjadi di luar peramban web, bukan dicadangkan untuk penggunaan peramban itu sendiri.

Kemunculan Idle Detection pun memicu perdebatan. Sampai-sampai pemimpin standar web Mozilla, Tantek Celik, berkomentar keras “ini peluang pengawasan kapitalisme untu menyerang aspek privasi fisik pengguna, menyimpan catatan perilaku pengguna fisik dalam jangka panjang, membedakan ritme harian”.

Selain itu, ia juga mengkhawatirkan fitur itu dapat digunakan oleh situs web untuk diam-diam memaksimalkan sumber daya komputasi lokal, menyedot listrik pengguna tanpa persetujuan atau bahkan tanpa disadari oleh pengguna.

“API ini berbahaya,” katanya, dikutip dari Techspot.

Ryosuke Niwa dari Apple lebih menyoroti soal privasi pengguna, bukan terbatas pada sidik jari perangkat. “API ini memungkinkan situs web mengamati apakah seseorang berada di dekat perangkat atau tidak,” ujarnya.

“Fitur ini dapat digunakan, misalnya, untuk mulai menambang Bitcoin ketika pengguna tidak ada atau mulai menerapkan eksploitasi keamanan, dan lain-lain,” ia menambahkan.

Mematikan fitur

Jika Anda khawatir tentang privasi dan tidak ingin situs web tahu kapan Anda berinteraksi dengan Chrome Anda, lebih baik mematikannya.

Berikut ini langkah-langkah untuk mematikannya, dikutip dari Make Use Of.

  1. Pastikan Chrome 94. Periksa dulu apakah Anda menjalankan Chrome 94 atau versi yang lebih baru. Klik pada tiga titik vertikal di kanan atas, di samping gambar profil Anda, dan arahkan ke “Help”. Kemudian, klik “About Google Chrome”.
  2. Selanjutnya ketik “chrome://settings/content/idleDetection” ke bilah alamat. Anda tinggal klik pada pilihan “Don’t all sites to know when you’re actively using your device” jika situs web tidak ingin mengetahui perilaku Anda.
  3. Pada dasarnya, di halaman tersebut Anda diberi opsi mengatur perilaku yang disesuaikan. Jika Anda ingin situs web tertentu mengetahui saat Anda menggunakan perangkat secara aktif, Anda juga dapat menambahkan situs tertentu. Demikian pula, jika Anda ingin memblokir situs web tertentu agar tidak mengetahui kapan perangkat tidak digunakan, Anda juga dapat menambahkannya di halaman tersebut.[]
#chrome   #google   #idledetection   #privasidankeamanan

Share:




BACA JUGA
Google Mulai Blokir Sideloading Aplikasi Android yang Berpotensi Berbahaya di Singapura
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Malware Menggunakan Eksploitasi MultiLogin Google untuk Pertahankan Akses Meski Kata Sandi Direset
Google Cloud Mengatasi Kelemahan Eskalasi Hak Istimewa yang Berdampak pada Layanan Kubernetes
Penting: Kerentanan Zero-Day Chrome Terbaru yang Dieksploitasi di Alam Liar – Upadate-ASAP