IND | ENG
Google Bolehkan Pengembang Android di Korsel Sediakan Sistem Pembayaran Alternatif

Google | Foto: corporateofficeheadquarters.org

Google Bolehkan Pengembang Android di Korsel Sediakan Sistem Pembayaran Alternatif
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 07 November 2021 - 09:37 WIB

Cyberthreat.id – Google mematuhi regulasi Korea Selatan terkait dengan penyediaan sistem pembayaran alternatif di aplikasi.

Pengembang aplikasi Android dapat menambahkan sistem pembayaran alternatif di samping sistem pembayaran Google Play, baik untuk pengguna ponsel maupun tablet, kata Google di blog perusahaan, diakses Minggu (7 November 2021).

Belum lama ini, Korsel mengesahkan regulasi yang mewajibkan pasar aplikasi mengizinkan pengembang Android menggunakan sistem pembayaran aplikasi alternatif. Aturan juga melarang pasar toko aplikasi menunda persetujuan aplikasi.

"Saat pemeriksaan pembelian (checkout), pengguna akan dapat memilih sistem pembayaran yang disediakan," ujar Google.

Hanya, kata raksasa mesin pencari internet itu, sistem pembayaran alternatif “mungkin tidak menawarkan perlindungan atau opsi pembayaran dan fitur yang sama dengan sistem pembayaran Google Play, seperti kontrol orangtua, metode pembayaran keluarga, pengelolaan langganan, kartu hadiah (gift) Google Play, dan Play Points.”

Menurut Google, pada tahun ini tercatat lebih dari 12 juta pengguna di Korsel yang mendafar di Play Points dan ini tidak dapat digunakan pada sistem pembayaran alternatif.

Saat ini, Android digunakan di puluhan ribu model perangkat dari produsen ponsel di dunia dan lebih dari daru dua juta pengembang menggunakan Google Play untuk menjangkau 2,5 miliar pengguna di 190 negara.

Beban komisi

Di sisi lain, Google mengatakan masih akan membebankan komisi kepada pengembang jika pengguna memilih untuk membayar melalui sistem pembayaran alternatif. Namun, biaya tersebut masih dianggap lebih rendah dibanding melalui Google Play.

Menurut Google, biaya baru tersebut sebagai kompensasi atas peran Google dalam mendistribusikan aplikasi di Android dan Google Play Store.

"Biaya layanan untuk mendistribusikan aplikasi melalui Android dan Google Play akan terus didasarkan pada penjualan digital di platform. Namun, kami menyadari bahwa pengembang akan dikenakan biaya untuk mendukung sistem penagihan mereka, jadi ketika pengguna memilih penagihan alternatif, kami akan mengurangi biaya layanan pengembang sebesar 4 persen. Misalnya, untuk sebagian besar pengembang yang membayar 15 persen untuk transaksi melalui sistem pembayaran Google Play, biaya layanan mereka untuk transaksi melalui sistem pembayaran alternatif adalah 11 persen," kata Google.

"Sebagai contoh lain, kategori aplikasi tertentu yang berpartisipasi dalam Media Experience Program, seperti penyedia eBook, akan membayar biaya layanan 10 persen untuk transaksi yang dilakukan melalui sistem Google Play, tetapi hanya 6 persen untuk transaksi pada sistem alternatif."

Sementara, pesaingnya Apple mengkritik kebijakan Korsel tersebut. Menurut produsen iPhone itu, regulasi itu justru menempatkan pengguna yang membeli barang digital dari sumber lain dalam risiko penipuan, merusak perlindungan privasi, mempersulit pengelolaan pembelian mereka, dan fitur seperti “Ask to Buy” dan “kontrol orangtua” akan menjadi kurang efektif, dikutip dari ZDNet.[]

#google   #googleplaystore   #koreaselatan   #pengembangandroid

Share:




BACA JUGA
Google Mulai Blokir Sideloading Aplikasi Android yang Berpotensi Berbahaya di Singapura
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Malware Menggunakan Eksploitasi MultiLogin Google untuk Pertahankan Akses Meski Kata Sandi Direset
Google Cloud Mengatasi Kelemahan Eskalasi Hak Istimewa yang Berdampak pada Layanan Kubernetes
Penting: Kerentanan Zero-Day Chrome Terbaru yang Dieksploitasi di Alam Liar – Upadate-ASAP