
Ilya K. Sackhov | Foto: en.news.ru
Ilya K. Sackhov | Foto: en.news.ru
Cyberthreat.id – Lyudmila, ibunda Ilya Sachkov—pendiri dan CEO Group-IB, mengirimkan surat kepada Presiden Vladimir Putin terkait dengan penangkapan anaknya.
Group-IB adalah perusahaan keamanan siber terkemuka Rusia. Selama ini banyak bekerja sama dengan pemerintah, perbankan, bahkan Interpol dalam pengungkapan kasus kejahatan siber.
Sang ibu dalam suratnya yang diterbitkan oleh Forbes Rusia, Rabu (6 Oktober 2021), mengatakan bahwa anaknya adalah “seorang patriot sejati”.
Namun, Juru Bicara Istana Presiden, Dmitry Peskov, mengatakan surat tersebut belum sampai ke bagian administrasi kepresidenan.
“Saya memahami kondisi emosional ibunya. Ada tudingan yang sangat serius terhadap putranya,” kata Peskov kepada wartawan, dikutip dari Reuters, Kamis (7 Oktober).
“Namun, hanya pengadilan yang bisa memutuskan seseorang bersalah,” ia menambahkan.
Berita Terkait:
Rusia telah mendakwa Sachkov terkait dengan pengkhianatan, demikian laporan kantor berita lokal Rusia. Ilya ditangkap pekan lalu dan ditahan selama dua bulan atau hingga November mendatang. Dia didakwa membocorkan rahasia negara, menurut kantor berita Interfax.
Namun, tidak ada penjelasan informasi apa yang dibagikan Ilya atau kepada siapa informasi itu diberikan. Menurut pengacaranya, Ilya membantah tudingan telah bekerja sama dengan badan intelijen asing dan atau telah merugikan kepentingan nasional Rusia.
Jika terbukti benar, bahwa Ilya terlibat dalam tindakan pengkhianatan, ia dapat dihukum hingga 20 tahun penjara. Rincian kasus semacam itu jarang dipublikasikan oleh pengadilan karena sifatnya yang rahasia.
Sachkov termasuk daftar pengusaha paling cerdas di bawah 30 tahun di dunia, menurut Forbes. Ia adalah alumnus Universitas Teknik Negeri Moskow Bauman dengan jurusan keamanan informasi. Ia juga anggota komite ahli di Duma Negara Rusia (majelis rendah parlemen) dan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Penangkapan Sachkov menambah deretan panjang orang-orang yang dianggap melakukan pengkhianatan terhadap pemerintah Rusia dalam beberapa tahun terakhir, mulai ilmuwan, tentara, pejabat, dan mantan jurnalis.[]
Share: