
Google | Foto: corporateofficeheadquarters.org
Google | Foto: corporateofficeheadquarters.org
Cyberthreat.id – Google bakal berinvestasi sebesar US$1 miliar di Afrika selama lima tahun ke depan untuk mendukung internet cepat dan lebih murah.
Melalui program Dana Investasi Afrika, anak perusahaan Alphabet Inc tersebut, salah satunya, mendukung perusahaan rintisan (startup) internet sebesar US$50 juta, termasuk memberi akes ke jaringan dan lain-lain.
Direktur Pelaksana Google di Afrika, Nitin Gajria, mengatakan bahwa perusahaan menargetkan pembentukan startup di bidang fintech, e-commerce, dan konten berbahasa lokal.
Google, menurut Reuters, diakses Kamis (7 Oktober 2021), bakal bekerja sama dengan organisasi nirlaba Kiva untuk memberikan US$10 juta sebagai pinjaman yang berbunga rendah. Pinjaman ini untuk membantu usaha kecil di Ghana, Kenya, Nigeria, dan Afrika Selatan.
Usaha kecil di Afrika sering kerepotan untuk mendapatkan modal karena mereka tidak memiliki jaminan yang diminta bank jika mereka gagal bayar. Ketika kredit ada, suku bunga biasanya terlalu tinggi.
Google mengatakan program yang dirintis tahun lalu di Kenya dalam kemitraan dengan Safaricom—memungkinkan pelanggan membeli ponsel 4G dengan mencicil—akan diperluas di seluruh benua dengan operator seluler seperti MTN, Orange dan Vodacom.
Gajria mengatakan kabel bawah laut yang sedang dibangun oleh Google untuk menghubungkan Afrika dan Eropa akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun depan dan diharapkan dapat meningkatkan kecepatan internet lima kali lipat dan menurunkan biaya data hingga 21 persen di negara-negara seperti Afrika Selatan dan Nigeria.[]
Share: