
Ilya K. Sackhov | Foto: en.news.ru
Ilya K. Sackhov | Foto: en.news.ru
Cyberthreat.id – Ilya K. Sackhov, pendiri perusahaan keamanan siber terkemuka Rusia, Group-IB, ditangkap di Moskow pada Selasa (28 September 2021).
Ia dituding melakukan tindakan “pengkhianatan tingkat tinggi”, kata sumber anonim di layanan pers Pengadilan Distrik Lefortovo kepada kantor berita Rusia, TASS.
Pada Selasa, tulis TASS, Pengadilan Distrik Lefortovo di Moskow memutuskan untuk menahan Sachkov selama dua bulan, yaitu hingga 27 November mendatang.
Sumber itu mengatakan, bahwa lelaki 35 tahun itu dianggap melanggar Pasal 275 KUHP Rusia tentang pengkhianatan tinggi. Sachkov dituding bekerja sama dengan badan intelijen asing yang merugikan kepentingan nasional Rusia.
Berita Terkait:
Sebelumnya, kantor Group-IB di Moskow digerebek aparat penegak hukum pada Selasa pagi. Menurut perusahaan, pihaknya tidak memiliki informasi mengenai alasan penyelidikan tersebut, tapi menuturkan bahwa petugas baru meninggalkan kantor pada malam hari.
Dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, perusahaan meyakini bahwa Sachkov tidak bersalah atas tudingan tersebut. Juga, dikatakan bahwa penangkapan tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan. Grup IB mengatakan semua layanan masih berjalan seperti biasa dan keamanan data klien dijamin oleh infrastruktur perusahaan yang terdistribusi secara geografis.
Jika terbukti bersalah, ia bisa dihukum hingga 20 tahun penjara. Selama ini Group-IB dikenal dalam penyelidikan kasus kejahatan teknologi tinggi, penipuan online, dengan klien skala global, seperti perbankan, perusahaan energi, perusahaan telekomunikasi, dan Interpol.
Sachkov termasuk daftar pengusaha paling cerdas di bawah 30 tahun di dunia, menurut Forbes. Ia adalah alumnus Universitas Teknik Negeri Moskow Bauman dengan jurusan keamanan informasi. Ia juga anggota komite ahli di Duma Negara Rusia (majelis rendah parlemen) dan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Penangkapan Sachkov menambah deretan panjang orang-orang yang dianggap melakukan pengkhianatan terhadap pemerintah Rusia dalam beberapa tahun terakhir, mulai ilmuwan, tentara, pejabat, dan mantan jurnalis.[]
Share: