
Ketua Umum APJII 2018-2021 Jamalul Izza | Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat APJII/Cyberthreat.id
Ketua Umum APJII 2018-2021 Jamalul Izza | Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat APJII/Cyberthreat.id
Cyberthreat.id – Saat ini Indonesia memiliki 15 Internet Exchange yang tersebar di seluruh Indonesia. Trafik internet yang melalui Indonesia Internet Exchange (IIX) saat ini telah mencapai lebih dari 1 Terabita per detik, mengalami peningkatan lebih jauh dibandingkan pada 2015 yang masih 15 Gigabita per detik.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza dalam sambutannya di Musyawarah Nasional XI APJII yang digelar secara hibrida (offline dan online), Senin (27 September 2021).
Sekadar diketahu, APJII membangun IIX sejak Agustus 1997 sebagai upaya membentuk interkoneksi nasional antar penyedia layanan internet (ISP) di Indonesia. Pelanggan suatu ISP dapat dengan mudah dan murah berkomunikasi dengan pelanggan ISP lainnya.
Jika tidak adanya interkoneksi nasional, kecepatan lalu lintas informasi akan bergantung pada intekoneksi internet di luar negeri; trafik luar negeri ini yang sepenuhnya tidak dapat dikendalikan oleh ISP lokal.
Disebutkan di situs web IIX, ada sejumlah keuntungan yang didapat dengan adanya lalu lintas informasi nasional itu, antara lain:
Dalam wawancara sebelumnya dengan Cyberthreat.id, awal 2020, Jamalul sempat mengatakan bahwa target APJII membantun 32 IIX di seluruh Indonesia. (Baca: Indonesia Internet Exchange Ditargetkan di 32 Provinsi)
Namun, pandemi Covid-19 datang membuat program-program APJII tidak bisa seluruhnya dikerjakan. Selama pandemi, praktis kerja kepengurusan dilakukan secara hibrida.
Selama dua periode (2015-2018 dan 2018-2021) memimpin APJII, Jamalul mengatakan pendapatan APJII mengalami peningkatan.
“APJII memiliki penerimaan sebesar Rp41 miliar per tahun,” ujar dia. Jumlah tersebut naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan pada 2014 yang mencapai Rp17 miliar.
Selama enam tahun kepengurusan, kata dia, hasil audit terhadap laporan keuangan APJII tiap tahunnya berstatus Wajar Tanpa Pengecualian. Audit dilakukan oleh lembaga auditor independen yang ditunjuk oleh Dewan Pengawas.
Makanya, ia berharap dengan kepemimpinan baru yang akan dipilih selama Munas ini, aset APJII dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi.
“Saya memohn maaf bila ada masih dirasa kurang dan kesalahan kami yg belum sesuai ekspektasi teman-teman semua,” ujarnya.
Saat ini keanggotaan APJII mencapai lebih dari 700 anggota penyelenggara dan memiliki lebih dari 2.000 anggota IDNIC-APJII. Juga, memiliki 13 kepengurusan wilayah dengan fasilitas kantor sendiri.
Munas XI APJII diselenggarakan di Jabodetabek dengan terbagi di empat tempat pemungutan suara (TPS), antara lain Le Meridien Hotel (Jakarta Pusat), Sekretariat APJII (Gedung Cyber Lantai 11 Jakarta Selatan), Wyndham Casablanca Hotel (Jakarta), dan Swiss Bel-Hotel (Serpong, Tangerang, Banten).
Data peserta pengkinian yang ikut dalam Munas, antara lain anggota penyelenggara berjumlah 41 perusahaan, anggota penyelenggara dan IDNIC sebenayak 427 perusahaan, anggota IDNIC sebanyak 234 perusahaan, dan Proxy sebanyak 52 perusahaan.
Dalam Munas juga hadir secara fisik, antara lain Dewan Pengawas sebanyak 7 orang, Dewan Pengurus sebanyak 14 orang, Ketua Pengurus Wilayah sebanyak 13 orang, pengurus Unit-IDNIC-APJII sebanyak 6 orang, calon Dewan Pengawas 23 orang, calon Ketua Umum 6 orang, dan calon Ketua Unit IDNIC-APJII empat orang.[]
Share: