IND | ENG
Temukan Sensor Bawaan, Negara Ini Sarankan Rakyatnya Buang Ponsel China

Ilustrasi Xiaomi

Temukan Sensor Bawaan, Negara Ini Sarankan Rakyatnya Buang Ponsel China
Yuswardi A. Suud Diposting : Rabu, 22 September 2021 - 22:33 WIB

Cyberthreat.id - Kementerian Pertahanan Lituania di Eropa merekomendasikan agar warganya menghindari membeli ponsel Cina. Bagi yang sudah terlanjur menggunakannya, diminta untuk membuangnya.

Langkah yang cukup ekstrim itu  dilakukan setelah laporan pemerintah menemukan bahwa perangkat tersebut memiliki kemampuan sensor bawaan.

Ponsel andalan yang dijual di Eropa oleh raksasa ponsel pintar China Xiaomi Corp memiliki kemampuan bawaan untuk mendeteksi dan menyensor istilah seperti "Bebaskan Tibet", "Hidup kemerdekaan Taiwan" atau "gerakan demokrasi", kata badan keamanan siber Lituania pada hari Selasa seperti dilaporkan Reuters, Rabu (22 Septem.ber 2021)

Kemampuan dalam perangkat lunak ponsel Xiaomi Mi 10T 5G telah dimatikan untuk "wilayah Uni Eropa", tetapi dapat dihidupkan dari jarak jauh kapan saja, kata Pusat Keamanan Siber Nasional Kementerian Pertahanan dalam laporan tersebut.

"Rekomendasi kami adalah untuk tidak membeli ponsel China yang baru, dan membuang ponsel yang sudah dibeli secepat mungkin," kata Wakil Menteri Pertahanan Margiris Abukevicius kepada wartawan.

Xiaomi tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

Hubungan antara Lithuania dan China telah memburuk baru-baru ini. China bulan lalu menuntut agar Lithuania menarik duta besarnya di Beijing dan mengatakan akan memanggil kembali utusannya ke Vilnius setelah Taiwan mengumumkan bahwa misinya di Lithuania akan disebut Kantor Perwakilan Taiwan.

Misi Taiwan di Eropa dan Amerika Serikat menggunakan nama kota Taipei, menghindari referensi ke pulau itu sendiri, yang diklaim China sebagai wilayahnya.

Penasihat keamanan nasional Presiden AS Joe Biden Jake Sullivan berbicara dengan Perdana Menteri Lituania Ingrida Simonyte pekan lalu dan menekankan dukungan untuk negaranya dalam menghadapi tekanan China.

Laporan National Cyber ​​Centre juga mengatakan ponsel Xiaomi mengirim data penggunaan ponsel terenkripsi ke server di Singapura. Cacat keamanan juga ditemukan di ponsel P40 5G besutan Huawei China  tetapi tidak ada yang ditemukan di ponsel buatan China lainnya, OnePlus, katanya.

Perwakilan Huawei di Baltik mengatakan kepada kantor berita BNS bahwa teleponnya tidak mengirim data pengguna secara eksternal.

Laporan itu mengatakan daftar istilah yang dapat disensor oleh aplikasi sistem telepon Xiaomi, termasuk browser internet default, saat ini mencakup 449 istilah dalam bahasa Cina dan terus diperbarui.

"Ini penting tidak hanya untuk Lithuania tetapi untuk semua negara yang menggunakan peralatan Xiaomi," kata  National Cyber ​​Centre dalam laporannya.[]

 

#xiaomi   #keamanansiber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Pentingnya Penetration Testing dalam Perlindungan Data Pelanggan