
Rendy Maulana | Foto: Arsip pribadi
Rendy Maulana | Foto: Arsip pribadi
Cyberthreat.id – Musyawarah Nasional XI Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bakal digelar pada 27-29 September 2021.
Munas kali ini sekaligus pemilihan pengurus APJII 2021-2024, antara lain ketua umum APJII, ketua IDNIC APJII, anggota Dewan Pengawas APJII, dan anggota Dewan Pengurus APJII.
Mulai Selasa (21 September 2021), Cyberthreat.id akan menurunkan artikel para kandidat hingga menjelang pemilihan. Sejumlah kandidat telah dikontak dan diminta untuk menjelaskan motivasi pencalonan dan komitmen mereka terkait dengan isu ancaman siber.
Artikel kali ini menurunkan serial calon ketua Indonesia Network Information Centre (IDNIC). IDNIC adalah bagian dari organisasi yang mengatur alokasian alamat protokol internet (IP) di dunia. Di Indonesia, sesuai delegasi dari Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) yang mengelola pembagian alamat IP di Asia, pengalokasian alamat IP tersebut diserahkan kepada IDNIC yang sekaligus di bawah naungan APJII.
Sebanyak tujuh orang yang masuk bursa pencalonan ketua IDNIC periode 2021-2024, antara lain
Untuk mengawali serial ini, Cyberthreat.id menurunkan sosok Rendy Maulana yang dikenal sebagai Direktur PT Qwords Company International dan Ketua Umum Asosiasi Cloud dan Hosting Indonesia.
Rendy mengatakan, dirinya turut masuk dalam bursa pencalonan ketua IDNIC lantaran ingin mendorong terwujudnya good corporate governance dan transparansi pengelolaan di tubuh IDNIC.
“Hal yang saya akan bantu di IDNIC adalah memperbaiki tata kelola sumber internet di Indonesia dengan cara memberikan transparansi pengelolaan IDNIC dengan memperbaiki manajemen dan good corporate governance kepada anggota dan masyarakat pengguna IDNIC,” ujar dia dalam sebuah video pencalonannya yang diunggah di akun YouTube-nya, Senin (20 September).
Berikut penjelasan alumnus Manajemen ITB tersebut terkait pencalonannya kepada Cyberthreat.id melalui pesan daring WhatsApp, Selasa.
Apa motivasi Anda mencalonkan diri sebagai ketua IDNIC?
Motivasi saya, karena saya sebagai peyedia konten, agak kesulitan ketika hendak memohon IP address. Namun, di satu sisi banyak praktik percaloan (broker) yang menjual IP address dengan harga tinggi.
Sementara peletakan konten di Indonesia permintaannya makin tinggi yang pada akhirnya akan menurunkan biaya internet di Indonesia
Saya melihat tim IDNIC sekarang banyak diisi orang pintar dan jenius, cuma masih berkutat di wilayahnya masing-masing. Jadi, ilmunya tidak sampai ke masyarakat umum. Selain itu, saya mau mendukung penggunaan IPv6 kepada para penyedia konten dan penyedia layanan internet (ISP) agar IPv6 bisa lebih cepat diadopsi
Jika Anda terpilih, sejauhmana komitmen program APJII-IDNIC terkait dengan ancaman siber?
Komitmen saya adalah good corporate governance di IDNIC dan transparansi pengelolaan, serta lebih banyak pengabdian ke masyarakat dalam bentuk edukasi agar masyarakat kita lebih melek informasi teknologi serta paham ancaman siber. Dan, syukur-syukur bisa melakukan mitigasi lebih mudah.[]
Share: