
Ilustrasi.
Ilustrasi.
Shanghai, Cyberthreat.id - Apple Inc telah memulai program di Shanghai untuk membantu pengembang China membuat aplikasi sebagai bagian dari upaya produsen iPhone membangun bisnis layanannya di salah satu pasar luar negeri yang paling kritis.
"Program, atau akselerator, akan mengadakan kuliah, lokakarya, dan sesi jejaring untuk pengembang secara teratur," kata Apple sebagaimana ditulis Reuters, pada Rabu (10 Juni 2019). Lebih dari 2,5 juta pengembang untuk platform Apple berasal dari Tiongkok, wilayahnya mencakup Taiwan, Hong Kong, dan China daratan.
Peluncuran ini terjadi pada saat penjualan iPhone di China - dan dunia - telah melambat dan CEO Tim Cook telah membicarakan bisnis layanan Apple di negara itu sebagai titik terang. "Bisnis layanan mendapatkan pendapatan dari aplikasi, media, dan perangkat lunak lainnya," tulis Reuters.
Pada Selasa, sebuah laporan dari perusahaan riset Evercore ISI mengatakan bahwa pendapatan layanan Apple kemungkinan telah meningkat selama kuartal yang berakhir Juni, sebagian didorong oleh pertumbuhan di China.
Apple membuka akselerator serupa di 2017 di Bengaluru, India. Baik pasar ponsel pintar India dan China didominasi oleh perusahaan yang membuat perangkat berbasis Android, seperti Xiaomi dan Samsung Electronics Co Ltd.
Untuk mengatasi persaingan, Apple meluncurkan beberapa skema pembiayaan awal tahun ini untuk membuat iPhone lebih terjangkau bagi konsumen China. Pengecer elektronik Cina juga mengurangi harga beberapa model iPhone.
Dilaporkan, penjualan Apple makin melambat setelah terjebak dalam perang dagang antara Washington dan Beijing.
Menurut Nikkei Jepang, Apple telah meminta pemasok untuk menilai implikasi biaya memindahkan beberapa kapasitas produksi keluar dari China. Foxconn, kontraktor utama untuk Apple, mengatakan siap untuk memindahkan produksi Apple dari China jika diperlukan.[]
Share: