IND | ENG
Infrastruktur Telekomunikasi untuk Kepentingan Jangka Panjang

Ilustrasi infrastruktur telekomunikasi (freepik)

Infrastruktur Telekomunikasi untuk Kepentingan Jangka Panjang
Eman Sulaeman Diposting : Selasa, 12 Maret 2019 - 13:47 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) gencar membangun infrastruktur telekomunikasi selama empat tahun terakhir. Kehadiran infrastruktur telekomunikasi bukan kepentingan jangka pendek, tetapi untuk kebutuhan jangka panjang.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan infrastruktur telekomunikasi yang dibangun merupakan kombinasi perangkat keras dengan infrastruktur digital.

“Infrastruktur yang dibangun tidak hanya seperti tol, bandara, pelabuhan laut dan lainnya, tapi juga berkaitan dengan tol informasi yakni percampuran infrastruktur digital dengan perangkat keras seperti Palapa Ring yang menghubungkan wilayah Barat dan Timur,” kata Rudiantara di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Salah satu bentuk infrastruktur telekomunikasi yang gencar dilakukan pemerintah diantaranya pembangunan jaringan tulang punggung (backbone) yang disebut proyek Palapa Ring.

Proyek itu menghubungkan Indonesia bagian Barat, Tengah hingga Indonesia Timur. Untuk paket Barat dan Tengah, kata Rudiantara, pembangunannya sudah selesai dan sudah mulai beroperasi, sedangkan untuk paket Timur ditargetkan mulai beroperasi pertengahan tahun ini.

Selain jaringan tulang punggung, pemerintah juga sedang menyiapkan satelit komunikasi yang disebut satelit multifungsi (High Troughput Satelite/HTS). Saat ini, sedang dalam proses konstruksi dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2022.

“Ke depan, paling cepat di tahun 2022, Indonesia akan memiliki satelit sendiri sebagai upaya mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang kuat dan diperhitungkan di kancah internasional,” ujar Rudiantara.

“Sehingga tidak ada lagi pendidikan yang tertinggal karena tidak terhubung dengan internet. Tidak ada lagi Puskesmas yang tidak terhubung dengan internet agar kecepatan pelayanan kesehatan bisa maksimal.”

Rudiantara menyontohkan pesantren dan madrasah yang jumlahnya sekitar dua ribu lebih, kini telah terhubung dengan jaringan internet.

“Bahkan kantor desa juga sudah terhubung dengan internet. Semua harus terhubung seperti kantor Koramil dan kantor Polsek. Ini sesuai arah APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita.”

#infrastruktur   #digital   #Menkominfo

Share:




BACA JUGA
Potensi Ekonomi Digital, Ciptakan Peluang Inovasi dan Lapangan Kerja Baru
Infrastruktur Digital Publik Pangkas Hambatan Inklusi Keuangan
Menkominfo Pastikan Infrastruktur Digital KTT ASEAN Memadai
Hacker Bobol Forum Infrastruktur Kritis FBI, Jual Data 80.000 Anggota
Kominfo Siapkan Infrastruktur TIK dan Frekuensi Radio untuk MotoGP Mandalika