IND | ENG
BSSN: Peningkatan Aduan Siber Cukup Signifikan

FGD BSSN dan Sektor Pemerintah 2019 bertajuk Kolaborasi Instansi Pemerintah dalam Menghadapi Tantangan Keamanan Siber Nasional di Ancol, Jakarta, Rabu (10 Juli 2019) | Foto: Arif Rahman

BSSN: Peningkatan Aduan Siber Cukup Signifikan
Arif Rahman Diposting : Rabu, 10 Juli 2019 - 10:41 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat aduan siber yang cukup siginifikan sepanjang enam bulan pertama tahun 2019. Jumlah aduan yang diterima meningkat menjadi 140 aduan sampai bulan Juni 2019 atau lebih dari 20 aduan perbulan.

Tahun 2018, total aduan yang diterima BSSN hanya sekitar 55 aduan.

"Ini menjadi indikator bagi BSSN untuk memperkuat ketahanan siber pada
sektor pemerintah," kata Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak saat membuka FGD dan peresmian Gov-CSIRT di Ancol, Jakarta, Rabu (10 Juli 2019).

Data serangan siber tahun 2018 dari Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional atau PUSOPSKAMSINAS BSSN menyatakan Indonesia mendapat serangan siber sebanyak 232.401.725 (dua ratus tiga puluh dua juta empat ratus satu ribu tujuh ratus dua puluh lima).

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 13 persen dari tahun 2017.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018 menyatakan pengguna internet Indonesia mencapai 171,17 juta jiwa dari total populasi sebanyak 246 juta penduduk.

Jumlah itu sama dengan 64,8 persen penduduk sudah terkoneksi ke internet atau mengalami peningkatan persentase sebesar 10,12 persen dari tahun sebelumnya.

"Tingkat risiko dan ancaman penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi juga semakin tinggi dan semakin kompleks. Sehingga Keberadaan CSIRT di sektor
pemerintah sangat dibutuhkan guna mengelola insiden keamanan siber secara cepat dan tepat," ujarnya.

Indonesia, kata Syahrul, sudah berada di era “information-based society” di mana kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi komersial (perusahaan), perbankan, lembaga pemerintahan, maupun individual (pribadi).

Isu keamanan siber juga telah menjadi isu prioritas seluruh negara di dunia semenjak teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari aspek sosial, ekonomi, hukum, organisasi, kesehatan, pendidikan, budaya, pemerintahan, keamanan, pertahanan dan sebagainya.

"Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo maka kami akan Mewujudkan Siber Nasional yang Berkelas Dunia atau World Class Cyber."

#Bssn   #Pemda   #Govt-CSIRT   #Kominfo   #pemprov

Share:




BACA JUGA
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Wujudkan Visi Indonesia Digital 2045, Pemerintah Dorong Riset Ekonomi Digital
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Menkominfo Tantang Media Adopsi Perkembangan Teknologi
INA Digital Mudahkan Masyarakat Akses Layanan Publik dalam Satu Aplikasi