
Ilustrasi Perpustakaan Umum Boston | Tourism Media
Ilustrasi Perpustakaan Umum Boston | Tourism Media
Cyberthreat.id - Perpustakaan Umum Boston (BPL) mengumumkan jaringannya telah terkan serangan siber pada hari Rabu. Serangan itu menyebabkan seluruh sistem harus dimatikan.
Dilansir Bleepingcomputer.com, BPL melayani hampir 4 juta pengunjung per tahun melalui perpustakaan pusatnya, dua puluh lima cabang, dan jutaan lainnya secara online.
Ini adalah perpustakaan umum terbesar ketiga di Amerika Serikat setelah Perpustakaan Kongres federal dan Perpustakaan Umum New York, berdasarkan jumlah total koleksi buku yang dimilikinya. Pemadaman sistem berdampak pada semua layanan yang membutuhkan login.
"Perpustakaan saat ini mengalami gangguan sistem yang signifikan dan layanan perpustakaan online yang memerlukan login tidak tersedia," bunyi sebuah pemberitahuan di situs perpustakaan itu.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan sebelumnya hari ini, BPL mengatakan bahwa pemadaman teknis yang sedang berlangsung disebabkan oleh serangan siber yang menghantam sistemnya pada hari Rabu.
"Pada Rabu pagi, 25/8, Perpustakaan Umum Boston mengalami gangguan teknis di seluruh sistem karena serangan keamanan siber, menghentikan komputer umum dan layanan pencetakan publik, serta beberapa sumber daya online," kata perpustakaan.
"Sistem yang terpengaruh segera dipadamkan, dan langkah proaktif diambil untuk mengisolasi masalah dan mematikan komunikasi jaringan."
Investigasi yang sedang berlangsung bekerja sama dengan penegak hukum dan pakar TI Walikota belum menemukan bukti adanya pencurian terhadap data karyawan dari sistem yang terkena dampak.
Departemen TI BPL sekarang sedang berupaya memulihkan semua perangkat dan layanan yang terpengaruh, dengan lokasi fisik beberapa layanan online masih tersedia.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pemadaman ini kepada pelanggan," kata Kurt Mansperger, Chief Technology Officer BPL.
"Terima kasih atas kesabaran Anda saat tim dan petugas penegak hukum kami bekerja untuk memulihkan layanan digital kami dan melindungi perpustakaan dari serangan di masa mendatang."
Pernyataan hari ini muncul setelah BPL memberi tahu publik tentang serangan pada hari Rabu melalui tweet singkat yang mengatakan bahwa pemadaman tersebut berdampak pada komputer, printer, dan beberapa sumber daya online.
Belum ada informasi lebih detail tentang serangan jenis apa yang menghantam perpustakaan itu.[]
Share: