
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Dua rumah sakit di Amerika Serikat menderita serangan siber di tengah lonjakan para pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan.
Peretas menargetkan Eskenazi Health di Indianapolis, Indiana dan Sanford Health di Sioux Falls, South Dakota.
Pada Rabu (3 Agustus 2021) pagi, antara pukul 03.30 hingga 04.00 waktu setempat, sebuah ransomware masuk ke jaringan Eskenazi Health, penyedia layanan kesehatan yang mengoperasikan rumah sakit dengan 315 kamar, fasilitas rawat inap, dan pusat kesehatan masyarakat di ibu kota Indiana itu.
Gara-gara serangan siber tersebut, pukul 08.00 mereka terpaksa mengalihkan pasien ke rumah sakit lain, ujar juru bicara Eskenazi Health itu dikutip dari The Daily Beast, diakses Jumat (6 Agustus).
Sejak serangan terdeteksi, rumah sakit mematikan beberapa layanan dan operasi demi menahan agar malware tidak menyebar luas di jaringan komputernya. Hingga kemarin malam, sistem email dan catatan medis elektronik tidak aktif.
Berbeda dengan Eskenazi Health, Sanford Health yang memiliki layanan rumah sakit dan perawatan di 26 negara bagian dan 10 wilayah tidak terbuka kepada publik serangan siber apa yang menimpa mereka. Hanya, CEO Bill Gassen mengatakan tengah berupaya menahan dampak dari serangan tersebut.
Serangan ke Sanford Health tidak jelas kapan terjadi, tapi diketahui dalam beberapa hari belakangan. Namun, kedua rumah sakit itu mengklaim data pasien dan karyawan tidak terpengaruh.
“Ini peretasan yang paling kejam,” ujar Ohad Zaidenberg, presiden juga co-f0under CTI League, sebuah konsorsium peneliti keamanan siber didirikan selama pandemi Covid-19 untuk membantu lembaga medis menangani serangan siber.
Menurut dia, serangan ke rumah sakit sungguh keterlaluan karena di saat para pasien membutuhkan perawatan medis darurat. Ia mencontohkan kasus insiden ransomware di sebuah rumah sakit di Jerman (RS Universitas Dusseldord) yang berimbas meninggalnya seorang pasien.
Meski penyelidikan kepolisian menunjukkan ransomware tidak menyebabkan secara langsung kematian pasien tersebut, menurut dia, tetap saja insiden seperti yang dialami Eskenazi Health juga berimbas pada pasien.
Baca:
“Serangan ransomware memaksa rumah sakit memindahkan pasien. Ini menempatkan risiko pada orang-orang yang sudah rentan,” Zaidenberg.
Tidak jelas peretas mana yang bertanggung jawab atas insiden di Eskenazi Health dan Sanford Health.
Hanya, tiga bulan lalu FBI memperingatkan rumah sakit dan sistem perawatan kesehatan tentang operasi geng ransomware Conti yang berbahasa Rusia aktif menargetkan sektor kesehatan. Tercatat, Conti telah menjalankan 16 serangan berbeda hanya dalam setahun terakhir.[]
Share: