IND | ENG
India Siapkan Regulasi Larangan Mata Uang Kripto Libra dkk

Libra, mata uang kripto buatan Facebook yang bakal dirilis pada September 2020. | Foto: cointelegraph.com

India Siapkan Regulasi Larangan Mata Uang Kripto Libra dkk
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 09 Juli 2019 - 17:46 WIB

New Delhi, Cyberthreat.id – Mata uang digital atau kriptokurensi (cryptocurrency) Libra buatan Facebook telah membuat resah sejumlah negara, tak terkecuali India.

Ketika diwawancarai oleh Bloomberg, Kementerian Keuangan India menyatakan, desain mata uang Facebook belum sepenuhnya terlihat jelas. “Namun, apa pun itu, Libra akan menjadi kriptokurensi pribadi dan bukan sesuatu yang kami sukai,” ujar Sekretaris Urusan Ekonomi Kemenkeu India, Subhash Gard, Senin (8 Juli 2019).

Libra Facebook yang dirilis pada medio 2020, menurut Cointelegraph, diyakin sebagai stablecoin yang konon mencegah koin tersebut dari volatilitas (sederhananya: naik turunyanya harga mata uang kripto).

Pada akhir Juni lalu, Dovey Wan dari Primitive Ventures sempat berpendapat, bahwa Libra bisa membawa risiko pada monopoli finansial serta berisiko dari sisi aturan. Kekhawatiran itu berkaca pada pengguna Facebook yang kini berjumlah dua miliar di dunia yang bisa berimbas pada skala ekonomi dan efek jaringan yang menyertainya.

Raksasa mendia sosial itu sebelumnya memang menjelaskan, bahwa Libra dan pengelolanya, Calibra, ingin menyasar para pengguna Facebook yang tak memiliki rekening bank dan memberika mereka akses layanan keuangan. Akan tetapi, harapan Facebook seperti bisa “pupus” jika melihat gelagat pemerintah India yang tak sepakat dengan Libra. Padahal, India adalah negara dengan jumlah populasi terbesar kedua di dunia, 260 juta di antaranya pengguna Facebook.

“India dikabarkan sedang mempertimbangkan larangan kriptokurensi. Dalam rancangannya, pemerintah bakal memberlakukan hukuman penjara 10 tahun bagi warga yang berurusan dangan mata uang kripto,” tulis Cointelegraph.

Sebelumnya, Facebook juga dilaporkan belum mengajukan persetujuan dengan Reserve Bank of India (RBI), bank sentral India, untuk mengoperasikan mata uang digitalnya di negara Bollywood tersebut.

Sementara itu, Anirudh Rastogi, pendiri perusahaan hukum yang fokus pada teknologi, Ikigai Law, menuturkan, sebaiknya bank sentral India tidak perlu khawatir dengan Libra Facebook jika memang nanti beroperasi dalam sistem peer-to-peer tertutup.

Sekadar diketahui, India saat ini termasuk negara penerima pengiriman uang terbesar di dunia, dengan pengiriman uang terbesar berjumlah US$ 79 miliar pada tahun 2018, demikian menurut Bank Dunia.

Tahun lalu, pengiriman uang di India juga tumbuh lebih dari 14 persen menyusul bencana banjir di Kerala karena kemungkinan bantuan keuangan yang dikirim ke keluarga korban.

#cryptocurrency   #kriptokurensi   #libra   #india   #RBI

Share:




BACA JUGA
Malware Docker Terbaru, Mencuri CPU untuk Crypto & Mendorong Lalu Lintas Situs Web Palsu
Serangan Tanpa File PyLoose Berbasis Python Targetkan Beban Kerja Cloud untuk Penambangan Cryptocurrency
Pertukaran Cryptocurrency Jepang Menjadi Korban Serangan Backdoor macOS JokerSpy
Grup Cybercrime Muddled LibraTargetkan Sektor BPO dengan Rekayasa Sosial Tingkat Lanjut
Baru! Penambangan Ilegal Cryptocurrency Targetkan Sistem Linux dan Perangkat IoT