
Ilustrasi: Digichat
Ilustrasi: Digichat
Cyberthreat.id - Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada hari Kamis (8 Juli 2021) mengatakan telah memerintahkan pasukan keamanan untuk menyita akun cryptocurency yang digunakan oleh kelompok Hamas di Palestina untuk mengumpulkan dana berupa bitcoin dan mata uang kripto lainnya untuk sayap militernya.
Dikatakan, Hamas telah melancarkan kampanye online untuk mengumpulkan sumbangan untuk sayap militernya, setelah perang Gaza 11 hari pada bulan Mei. Cryptocurrency seperti bitcoin disukai untuk transaksi gelap karena dianggap sulit dilacak.
“Alat intelijen, teknologi, dan hukum yang memungkinkan kami mendapatkan uang teroris di seluruh dunia merupakan terobosan operasional,” kata Gantz seperti dikutip Associated Press.
Tahun lalu, Departemen Kehakiman AS mengatakan telah menyita jutaan dolar dari rekening cryptocurrency kelompok-kelompok militan, termasuk al-Qaida dan kelompok ISIS, yag digunakan untuk membiayai operasional mereka.
Departemen Kehakiman mengatakan telah menyita sekitar US$ 2 juta, di samping lebih dari 300 akun cryptocurrency, empat situs web dan empat halaman Facebook yang terkait dengan skema tersebut.
Salah satu penyelidikan AS menargetkan sayap militer Hamas. Aparat penegak hukum menyita lebih dari 150 akun cryptocurrency yang mereka katakan mencuci dana ke dan dari akun yang dioperasikan oleh grup tersebut.
Hamas dianggap sebagai kelompok teroris oleh Israel dan negara-negara Barat.[]
Share: