IND | ENG
Soal Cryptocurrency, China Peringatkan Investor hingga Perusahaan Telekomunikasi dan Internet

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Soal Cryptocurrency, China Peringatkan Investor hingga Perusahaan Telekomunikasi dan Internet
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 07 Juli 2021 - 15:51 WIB

Cyberthreat.id–Bank sentral China memperingatkan para investor yang menaruh dananya untuk industri aset mata uang kripto (cryptocurrency).

Peringatan tersebut dikeluarkan People’s Bank of China (PBC) pada Selasa (6 Juli 2021) menyusul langkah pemerintah China menindak tegas praktik penambangan dan perdagangan mata uang kripto.

Bank sentral juga mengingatkan agar lembaga-lembaga keuangan di China tidak menawarkan layanan pembayaran mata uang kripto, tulis Global Times, diakses Rabu (7 Juli).(Baca: Bank Sentral China Larang Bank dan Layanan Fintech Layani Bitcoin dkk)

“Investor harus melindungi rekening bank pribadnya dan tidak menggunakannya untuk menambah, membeli, atau menarik mata uang kripto,” demikian bunyi pernyataan bank sentral.

Rekening bank juga tidak boleh digunakan untuk transaksi kode perdagangan apa pun untuk mata uang kripto.

Seorang analis industri bermarga Wang mengatakan pengumuman bank sentral tersebut bentuk tekanan pemerintah ke sektor industri agar tak melakukan perdagangan dan akuisisi terkait mata uang kripto di China. Menurut dia, pengekangan tersebut tampaknya bakal bersifat jangka panjang dan konsisten.

Sementara itu, Daerah Otonomi Mongolia Dalam di China Utara, pusat utama penambangan Bitcoin, telah mengeluarkan tindakan keras terhadap penambangan pada Mei lalu.

Otoritas setempat tak hanya menindak praktik penambangan, tapi juga bagi perusahaan telekomunikasi. Mereka akan mencabut lisensi perusahaan telekomunikasi dan internet yang terlibat dalam kegiatan penambangan cryptocurrency.

Beberapa lokasi penambangan populer lainnya di China, termasuk provinsi Sichuan dan Yunnan di China Barat Daya, juga telah menerapkan tindakan terhadap praktik penambangan dan perdagangan cryptocurrency.

Tindakan keras tersebut telah menyebabkan banyak pelaku industri menjual mesin penambangan mereka dengan harga diskon atau memindahkan fasilitas mereka ke luar negeri.

Seorang sumber pelaku industri cryptocurrency menyatakan, bahwa perusahaannya berencana untuk secara bertahap membuka tambang di Kazakhstan, Rusia, Amerika Utara, dan Eropa Utara, tetapi banyak perusahaan lain di China tidak dapat pindah.[]

#china   #bitcoin   #cryptocurrency   #matauangkripto   #banksentral

Share:




BACA JUGA
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Malware Docker Terbaru, Mencuri CPU untuk Crypto & Mendorong Lalu Lintas Situs Web Palsu
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware
Indonesia - Tiongkok Perkuat Kerja Sama Sektor Digital