
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Pemerintah Meksiko mengeluarkan pernyataan bahwa aset mata uang kripto (cryptocurrency) bukanlah alat pembayaran yang sah karena tidak diatur dalam undang-undang.
Lembaga keuangan Meksiko pun diperingatkan agar tidak melayani transaksi mata uang kripto. Jika tidak mematuhi peraturan, mereka bakal dikenai sanksi.
Pengumuman tersebut dikeluarkan oleh Bank of Mexico, Kementerian Keuangan Meksiko, dan otoritas perbankan setempat pada Senin (28 Juni 2021), dikutip dari Reuters.
Mereka menyikapi pernyataan miliarder Meksiko Ricardo Salinas Pliego yang pada Minggu (27 Juni) mengatakan, bisnis perbankannya, Banco Azteca, kemungkinan akan mengadopsi Bitcoin dan akan menjadi bank pertama di negara itu yang menerima penggunaan mata uang kripto.
"Lembaga keuangan negara tidak berwenang untuk melakukan dan menawarkan operasi publik dengan aset virtual, seperti Bitcoin, Ether, XRP, dan lainnya untuk menjaga jarak yang sehat antara mereka dan sistem keuangan," demikian pernyataan mereka.
Penggunaan yang disebut stablecoin–suatu bentuk cryptocurrency yang biasanya dipatok ke mata uang tradisional–tidak diizinkan berdasarkan undang-undang Meksiko saat ini.
Cryptocurrency cenderung menjadi aset yang fluktuatif dan spekulatif juga tidak memiliki fungsi yang sama dengan uang, "karena penerimaan mereka sebagai alat pembayaran terbatas dan mereka bukan cadangan atau referensi nilai yang baik," kata pernyataan bersama itu.
Sementara, Menteri Keuangan Meksiko, Arturo Herrera, mengatakan dalam aturan saat ini, cryptocurrency dilarang digunakan dalam sistem keuangan Meksiko. Larangan tersebut kemungkinan tidak akan berubah dalam waktu dekat.
Wacana adopsi mata uang kripto sedang ramai di sejumlah negara sejak El Salvador pada awal Juni lalu membuat langkah mengejutkan. Negara ini menjadi yang pertama di dunia yang mengesahkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.[]
Share: