
Logo Internet Explorer | Foto: crossbrowsertesting.com
Logo Internet Explorer | Foto: crossbrowsertesting.com
Cyberthreat.id – Windows 11, sistem operasi baru Microsoft, secara resmi telah “meneken kematian” untuk peramban web tua, Internet Explorer (IE).
Peramban web bawaan yang dikenalkan pertama kali di Windows 95 itu akan dinonaktifkan ketika pengguna meningkatkan ke Windows 11.
Dalam pengumumannya, Microsoft juga mencantumkan sejumlah fitur dan aplikasi lain yang akan dihapus di sistem operasi lanjutan dari Windows 10 itu.
Internet Explorer akan dinonaktifkan di Windows 11 karena peramban web terbaru, Microsoft Edge, sekarang menyertakan fitur mode IE, tutur Microsoft, dikutip dari BleepingComputer, diakses Jumat (25 Juni 2021).
Pada Mei lalu, Microsoft mengumumkan bahwa IE akan mencapai akhir dukungan pembaruan pada 15 Juni 2022, terutama untuk versi Windows 10 tertentu.
"Microsoft Edge memiliki mode Internet Explorer ("IE mode") bawaan, sehingga Anda dapat mengakses situs web dan aplikasi berbasis Internet Explorer warisan langsung dari Microsoft Edge. Dengan Microsoft Edge yang mampu memikul tanggung jawab ini dan lebih banyak lagi, desktop dengan Internet Explorer 11 akan dihentikan dan tidak lagi didukung pada 15 Juni 2022 untuk versi Windows 10 tertentu,” tutur Microsoft sebelumnya.
Mode IE disediakan Microsoft dengan sebuah ikon Internet Explorer kecil di bilah alamat, seperti yang ditunjukkan di bawah.
IE pertama kali diluncurkan di Windows 95 pada 16 Agustus 1995, lebih dari 25 tahun lalu. Kala itu IE menjadi satu-satunya peramban web terpopuler. Namun, kemunculan Firefox pada 2004 dan Google Chrome (2008), popularitas IE menurun—lebih-lebih munculnya Android dan iOS yang tidak mendukung IE.[]
Share: