
Ilustrasi via The European Files
Ilustrasi via The European Files
Cyberthreat.id - Komisi Eropa mengusulkan pada hari Rabu untuk mengumpulkan sumber daya dan keahlian dari 27 negara Uni Eropa untuk unit cyber bersama guna memerangi penjahat online di tengah serentetan peretasan profil tinggi di Eropa dan di seluruh dunia.
Eksekutif Uni Eropa mengatakan pihak berwenang harus dapat merespons secara kolektif dan bertukar informasi yang relevan atas dasar "kebutuhan untuk berbagi", daripada "hanya sekadar perlu tahu".
"Hari ini, kita tidak dapat lagi membedakan antara ancaman online dan offline. Kita perlu mengumpulkan semua sumber daya untuk mengalahkan risiko dunia maya dan meningkatkan kapasitas operasional kita," kata Wakil Presiden Komisi Eropa Margaritis Schinas dalam sebuah pernyataan seperti dilaporkan Reuters, Rabu, 23 Juni 2021.
Unit siber tersebut akan beroperasi pada Juni tahun depan dan sepenuhnya didirikan pada 2023. Pendanaan akan berasal dari program Komisi untuk teknologi digital dan berpotensi dari dana penelitian dan pengembangan pertahanannya.
Anggota unit tersebut akan berasal dari Badan Keamanan Siber Uni Eropa, pakar dari negara-negara Uni Eropa, Pusat Kejahatan Dunia Maya Eropa dari Europol, dinas luar negeri Uni Eropa EEAS dan Badan Pertahanan Eropa.
Awal bulan ini, Polandia melaporkan serangan siber ekstensif terhadap pejabat tinggi pemerintah, yang katanya berasal dari Rusia.
European Medicines Agency (EMA) pada bulan Desember tahun lalu mengatakan sejumlah dokumen yang terkait dengan pembuat obat AS Pfizer dan mitra Jerman BioNTech telah diakses dalam serangan siber.[]
Share: