IND | ENG
Aplikasi ‘Messages’ di Ponsel Android Kini Dilengkapi Enkripsi End-To-End

Aplikasi Messages bawaan Android. | Foto: 9to5google

Aplikasi ‘Messages’ di Ponsel Android Kini Dilengkapi Enkripsi End-To-End
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 16 Juni 2021 - 17:10 WIB

Cyberthreat.id – Google mengatakan saat ini aplikasi Messages yang menjadi bawaan di Android telah menerapkan enkripsi end-to-end. Artinya, tidak ada orang lain yang bisa membaca pesan teks itu saat dikirimkan, kecuali si pengirim dan penerima pesan, bahkan server Google.

"Enkripsi end-to-end tersedia dalam percakapan satu lawan satu antara pengguna Message saat fitur Obrolan diaktifkan," kata perusahaan, Selasa (15 Juni 2021), dikutip dari blog perusahaan, diakses Rabu (16 Juni).

Untuk melihat bahwa fitur enkripsi itu aktif terdapat ikon gembok di atas obrolan dengan dikuti tulisan “Chatting with”, stempel waktu, dan tombol kirim.

Google, dikutip dari 9to5Google, menggunakan “Signal Protocol”—untuk teknis protokol ini perusahaan berencana menjelaskan di lain waktu.



Enkripsi tersebut mengharuskan kedua belah pihak (pengirim dan penerima pesan) mengaktifkan fitur Obrolan dan data internet/wi-fi. Artinya, enkripsi tidak akan berfungsi untuk SMS/MMS atau pesan grup meski tersedia saat menggunakan aplikasi Message berbasis web.

Sebaliknya, jika persyaratan tadi dipenuhi, lapisan keamanan tersebut akan aktif secara otomatis. Jika enkripsi hilang sementara, secara default pesan akan ditahan hingga koneksi aman tersedia meski sebetulnya saat itu pengguna bisa mengirim dengan SMS.

Google sebetulnya telah disinggung penggunaan teknologi keamanan pesan tersebut sejak November tahun lalu dan akhirnya diumumkan resmi pekan ini.[]

#messages   #google   #enkripsoend-to-end   #keamanansiber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Google Mulai Blokir Sideloading Aplikasi Android yang Berpotensi Berbahaya di Singapura