IND | ENG
Kesenjangan Internet Hambatan Transaksi Bitcoin di El Salvador

Bendera El Salvador | Foto: Freepik.com

Kesenjangan Internet Hambatan Transaksi Bitcoin di El Salvador
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 15 Juni 2021 - 16:29 WIB

Cyberthreat.id – El Salvador menjadi negara pertama yang melegalkan Bitcoin untuk alat transaksi pembayaran sejak pekan lalu. (Baca: Pertama di Dunia, El Salvador Setujui Bitcoin sebagai Alat Pembayaran)

Namun, sebelum regulasi itu disahkan oleh Parlemen El Savador, Zulma Rivas (38), seorang ibu dengan anak tiga yang biasa berualan di kota pantai El Zonte, pernah menerima pembayaran Bitcoin tahun lalu untuk kantong buah yang dijual ke turis asing.

Rivas ikut ambil bagian dari uji coba proyek “Bitcoin Beach” yang bertujuan menjadikan kota itu salah satu ekonomi Bitcoin pertama di dunia.

Proyek tersebut dicetuskan oleh tiga pemuda Salvador pada 2019 yang didukung oleh Michael Peterson dari California setelah "sumbangan anonim" Bitcoin.

Orang-orang Salvador mengatakan proyek itu telah mengubah kehidupan penduduk El Zonte dengan memungkinkan mereka menabung, berinvestasi, dan memperoleh keuntungan di kota yang tidak memiliki cabang bank terdekat.

Selama pandemi virus corona sejak tahun lalu, pelepasan bitcoin ke ekonomi lokal membantu orang mengatasi masa-masa sulit tanpa bekerja.

Tahun lalu, Peterson mengatakan kepada podcast Go Full Crypto bahwa 90 persen keluarga di kota berpenduduk 3.000 orang itu (baca: El Zonte) telah melakukan transaksi menggunakan Bitcoin karena dorongan pandemi. Dia mengatakan orang-orang muda di kota lebih nyaman dengan uang kripto itu daripada dengan orangtua mereka.

Sementara, Presiden Nayib Bukele menyebut Bitcoin Beach sebagai inspirasi atas dorongannya untuk mengadopsi mata uang kripto (cryptocurrency) secara nasional.

Penggunaan platform yang disebut Lightning Network juga bertujuan memungkinkan transaksi kecil guna mengatasi beberapa hambatan teknis dan praktis untuk menggunakan Bitcoin sebagai mata uang dalam skala yang lebih besar.

Namun, bagi Rivas, uang tunai adalah raja. Dia jarang menggunakan Bitcoin karena seperti banyak orang di kota pantai ini, El Zonte, ponsel cerdasnya bermasalah dengan aplikasi pembayaran. Lagi pula, dia sering kehabisan data internet pada kartu prabayarnya.

Di sisi lain, koneksi internet, yang terkenal tidak merata di tempat-tempat pedesaan seperti El Zonte, yang berjarak 49 km (30 mil) barat daya ibu kota, San Salvador.

Survei Microsoft dan Interamerican Development Bank pada tahun lalu menyimpulkan bahwa El Salvador memiliki penetrasi internet terendah kedua dari 20 negara di Amerika Latin dan Karibia. Di daerah pedesaan hampir satu dari 10 orang memiliki akses internet.

Oscar Picardo, dosen teknologi dan inovasi di University of Francisco Gavidia, mengatakan bahwa dia senang dengan potensi bitcoin untuk memberikan alternatif bagi orang-orang Salvador yang miskin daripada bank, tetapi eksperimen di El Zonte kurang yakin bisa berlaku secara nasional.

"Ini seperti fatamorgana," katanya. "Kesenjangan digital sangat besar, akses ke internet terbatas bagi banyak keluarga miskin dan ada prioritas dan kebutuhan lain," kata Picardo, seperti dikutip dari Reuters, diakses Selasa (15 Juni 2021).

Menurut dia, pendidikan dan pelatihan sangat diperlukan untuk memastikan orang-orang tidak berisiko terhadap penipuan saat menangani mata uang baru.

Dania Gonzalez, Ketua Komite Keuangan di Kongres El Salvador, mengakui selama perdebatan pelegalan Bitcoin bahwa layanan internet menjadi salah satu isu utama.[]

#bitcoin   #elsalvador   #cryptocurrency   #matauangkripto

Share:




BACA JUGA
Malware Docker Terbaru, Mencuri CPU untuk Crypto & Mendorong Lalu Lintas Situs Web Palsu
Serangan Tanpa File PyLoose Berbasis Python Targetkan Beban Kerja Cloud untuk Penambangan Cryptocurrency
Pertukaran Cryptocurrency Jepang Menjadi Korban Serangan Backdoor macOS JokerSpy
Baru! Penambangan Ilegal Cryptocurrency Targetkan Sistem Linux dan Perangkat IoT
Didakwa Dalangi Peretasan Mt.Gox Crypto Exchange, Dua Warga Rusia Terancam 20 Tahun Penjara