IND | ENG
Jubir BSSN Beberkan Penyebab Bocornya Data Penduduk di Empat Kantor Dinas Dukcapil

Logo BSSN | Foto: BSSN

Jubir BSSN Beberkan Penyebab Bocornya Data Penduduk di Empat Kantor Dinas Dukcapil
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 09 Juni 2021 - 18:32 WIB

Cyberthreat.id – Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara, Anton Setiawan, menjelaskan lembaganya telah mengetahui adanya peretasan server kantor Dinas Dukcapil di empat daerah.

Menurut Anton, lembaganya telah memberikan notifikasi kepada pihak-pihak terkait tersebut. Ketika ditanya apa penyebab utama terjadinya peretasan, ia tidak mengatakan secara eksplisit, tapi hanya penjelasan umum.

“Pengembangan sistem elektronik yang masif, tapi tidak dibarengi dengan penerapan prinsip-prinsip keamanan,” kata Anton kepada Cyberthreat.id, Selasa (8 Juni 2021).

Pada akhir Mei lalu, total 8,79 juta data penduduk dari empat daerah, yaitu Kota Bogor, Kabupaten Subang, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Malang muncul di situs web jual beli data, RaidForums. Semua data itu ditawarkan oleh penjual dengan nama akun “GadiZ”.


Berita Terkait:


Data dijual dengan harga berbeda, misal, data Dukcapil Kota Bogor dan Kabupaten Subang dihargai masing-masing sebesar US$169, sedangkan Kabupaten Bekasi sebesar US$300. Sementara, data Dukcapil Kabupaten Malang, penjual mengatakan tidak mematok harga, tergantung negosiasi.

Data-data tersebut diduga kuat diambil dari server kantor Dinas Dukcapil setempat.

Akun GadiZ kepada Cyberthreat.id pekan lalu mengklaim data penduduk Kabupaten Malang yang berjumlah lebih dari 3 juta diambil dari layanan online adminduk, Si Peduli (www.sipeduli.malangkab.go.id).  Sampel data berisi nama lengkap, nomor telepon, NIK, KK, email, dan lain-lain.

Sumber Cyberthreat.id yang mengetahui masalah itu membenarkan bahwa server Dukcapil Kabupaten Malang diretas dan data penduduk bisa diakses.

Sumber itu juga mengonfirmasi tiga kantor Disdukcapil lain mengalami hal yang sama dengan Kabupaten Malang. Saat ini layanan online adminduk di empat daerah (Si Peduli (Malang), Si Kancil (Kota Bogor), Sitepak (Bekasi), dan Sipedas (Subang)) itu dimatikan sementara.

Senin (7 Juni), Kepala Diskominfo Kabupaten Malang Anis Waty menolak diwawancara lebih lanjut terkait insiden siber itu. Ia beralasan masalah sudah diatasi sehingga “tak ada lagi yang perlu disampaikan ke publik.”

Sementara itu, Anton juga secara tidak langsung “mengonfirmasi” terkait dengan empat insiden siber tersebut.

Ketika ditanya mengapa empat daerah bisa dibobol, apalagi kota Bogor termasuk dekat dengan pusat informasi, Anton menjawab, “Ya karena [mereka] belum menerapkan aspek-aspek keamanan dalam mengelola sistem elektroniknya,” ujarnya.

Ia pun mengimbau agar pihak-pihak terkait menjadikan insiden tersebut sebagai momentum untuk perbaikan dan penguatan keamanan sistem elektroniknya.

“Khususnya, terkait dengan layanan masyarakat,” Anton menegaskan.[]

#kebocorandata   #datapribadi   #dinasdukcapil   #kabupatenmalang   #kabupatenbekasi   #kotabogor   #kabupatensubang   #zudanariffakrulloh   #kemendagri   #ditjendukcapil   #raidforums   #gadiz   #penjualandatapribadi

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Kolaborasi Pacu IKD untuk Transformasi Layanan Digital
Serahkan Anugerah KIP, Wapres Soroti Kebocoran Data dan Pemerataan Layanan
Bawaslu Minta KPU Segera Klarifikasi Kebocoran Data, Kominfo Ingatkan Wajib Lapor 3x24 Jam