
Aplikasi jejaring media sosial Line dan lain-lain | Foto: Unsplash
Aplikasi jejaring media sosial Line dan lain-lain | Foto: Unsplash
Cyberthreat.id – Indonesia menjadi pasar ketiga yang dipilih Line Corporation, pengembang aplikasi pesan daring asal Jepang, untuk memasarkan platform bank digitalnya setelah Thailand dan Taiwan.
Dirilis pada Senin (31 Mei 2021), LINE Bank merupakan hasil kemitraan Line Corp dengan PT Bank KEB Hana Indonesia—anak perusahaan Hana ZBank Korea Selatan pada 2018, dikutip dari TechCrunch, Selasa (1 Juni 2021).
Line Corp menjadi pemegang saham terbesar kedua (20 persen) dari PT Bank Keb Hana Indonesia melalui anak perusahaan Line Financial Asia. Layanan yang diberikan bank ini, antara lain rekening simpanan, kredit mikro, layanan transfer, dan pembayaran online.
Sebelumnya, Line Corp lebih dulu memperkenalkan LINE Bank kepada pengguna di Thailand pada Oktober 2020. Mereka berkongsi dengan Kasikom Vision Company, anak perusahaan Kasikom Bank. Sementara di Taiwan, dijalankan oleh anak perusahaan Line Bank Taiwan, platform beroperasi sejak awal 2021 oleh Komisi Pengawas Keuangan Taiwan.
LINE Bank bakal menjadi pesaing sejumlah bank digital lain yang telah beroperasi di Indonesia seperti Jenius (Bank BTPN), Wokee (Bank Bukopin), Jago (Bank Jago), Digibank (Bank DBS), TMRW (Bank UOB), dan Nyala (OCBC).
Aplikasi LINE Bank by Hana Bank saat ini belum tayang di Google Play Store atau App Store. Namun, platform ini sekarang terbuka untuk pra-pendaftaran sejak 31 Mei hingga 9 Juni, dengan penawaran cashback sebesar Rp300.000 untuk 10.000 pendaftar pertama. Layanan dijadwalkan mulai pada 10 Juni.
LINE adalah aplikasi perpesanan kedua yang paling banyak digunakan di Asia setelah WhatsApp. Diperkirakan memiliki 167 juta pengguna aktif bulanan di pasar utamanya—Jepang, Taiwan, Thailand, dan Indonesia—pada September 2020, menurut Statista. Di Indonesia, LINE adalah platform jejaring sosial ketujuh yang paling banyak digunakan, dikutip dari KrASIA.[]
Share: