IND | ENG
Kasus Dugaan Spionase Karyawan Huawei Terkait Intelijen China Mulai Disidangkan di Polandia

Huawei | Foto: The Verge

Kasus Dugaan Spionase Karyawan Huawei Terkait Intelijen China Mulai Disidangkan di Polandia
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 01 Juni 2021 - 13:51 WIB

Cyberthreat.id – Pengadilan Warsawa, Polandia mulai menyidangkan kasus dugaan spionase atau mata-mata yang melibatkan mantan agen dinas rahasia Polandia dan mantan karyawan Huawei Technologies, Selasa (1 Juni 2021) waktu setempat.

Polandia menangkap keduanya pada Januari 2019 karena dicurigai sebagai mata-mata China, demikian tulis Reuters, diakses Selasa.

Jaksa Polandia menuding bahwa Wang Weijiang (39), berkedok sebagai eksekutif Huawei, selama lebih dari tujuh tahun melakukan aksi spionase untuk China yang berupaya menyokong kemampuan perusahaan mempengaruhi pemerintah Polandia dan “memungkinkannya untuk…mengelola negara…infrastruktur teknologi,” dokumen dakwaan menyebutkan.

Sidang itu di tengah kekhawatiran AS dan para sekutunya di Uni Eropa tentang ancaman keamanan dari perangkat 5G milik Huawei. Huawei telah berulang kali membantah bahwa perangkatnya teroneksi ke aparat intelijen pemeirntah China. Di Eropa, sejauh ini hanya Inggris dan Swedia yang melarang Huawei.

Wang, ditahan sejak penangkapan, juga didakwa merekrut mantan agen dinas rahasia Polandia, Piotr D yang bekerja bertahun-tahun di eselon pemerintah dan dituduh “menawarkan diri sebagai sumber informasi” mengenai administrasi publik.

Pengacara Wang, Bartlomiej Jankowski, mengatakan jaksa penuntut tidak memiliki bukti aktivitas mata-mata dari kliennya. "Tidak ada bukti apa pun yang ilegal," katanya kepada Reuters.

Huawei yang telah memecat Wang setelah penangkapannya, tapi membantu mendanai biaya hukumnya, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah pernyataan bulan lalu bahwa kegiatannya "sesuai dengan standar transparansi tertinggi dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan."

Di era Presiden Donald Trump, AS memuji Polandia atas penangkapan itu dan mengatakan bahwa hal itu menunjukkan komitmen Warsawa untuk memastikan sektor telekomunikasi "tidak terganggu dengan cara yang mengancam keamanan nasional kita".

Pada saat itu, Warsawa juga sedang berusaha meyakinkan AS untuk meningkatkan militernya di Polandia karena khawatir dengan meningkatnya ketegangan dengan Rusia.

Pada tahun lalu, Polandia juga sedang menggodok RUU yang mengarah untuk mengecualikan Huawei dari proyek pengembangan jaringan 5G. Hingga kini, RUU itu masih belum dibahas oleh parlemen.

Sebelumnya, Huawei mengatakan bahwa pengecualiannya dari proyek 5G akan merugikan hampir 44 miliar zlotys (US$ 12 miliar) bagi ekonomi Polandia dan menunda peluncuran 5G selama beberapa tahun.

Di Uni Eropa, selain Inggris dan Swedia yang melarang Huawei, Rumania juga telah menyetujui RUU yang secara efektif melarang China dan Huawei mengambil bagian dalam pengembangan jaringan 5G. Namun, RUU tersebut masih membutuhkan persetujuan majelis tinggi parlemen.[] (Baca: Rumania Sahkan Aturan yang Larang Huawei Terlibat di Jaringan 5G)

#huawei   #china   #AS   #jaringan5G   #polandia   #spionase

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global