
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Latif, menargetkan penyediaan jaringan 4G di 7.904 menara BTS untuk wilayah terdepan, terluar, tertinggal (3T) selesai 2022 dari target awal 2032.
Data Kominfo menunjukkan dari total 12.458 desa/kelurahan yang belum mendapatkan sinyal 4G, sebanyak 9.113 desa dan kelurahan merupakan wilayah 3T, daerah kerja BAKTI.
Pada periode 2019-2020, BAKTI telah membangun 1.209 menara BTS, termasuk meningkatkan kemampuan agar bisa menangkap sinyal 4G.
Sebanyak 7.904 lain akan dikerjakan pada periode 2021-2022, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sektor Kominfo non-badan layan umum (BLU).
Sebanyak 5.204 dari lokasi yang dibangun pada 2021-2022 ini berada di Papua dan Papua Barat, atau sekitar 65 persen dari lokasi pembangunan.
BAKTI berkomitmen mengadakan mekanisme seleksi yang akuntabel agar mendapatkan mitra yang andal dan kompeten untuk menghadirkan sinyal 4G di wilayah 3T.
Menurut Anang, seleksi ini tidak kalah penting dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi karena akan berdampak pada kualitas layanan seluler.
Tugas operator seluler adalah menyediakan layanan 4G, operasional dan pemeliharaan jaringan, ujar Anang saat jumpa pers virtual, Jumat (28 Mei 2021) seperti dikutip dari Antaranews.com.
Sementara wilayah 3T dikerjakan oleh BAKTI, terdapat 3.435 wilayah non 3T, merupakan wilayah operasional operator seluler.[]
Share: