
Ilustrasi | Foto: Tokocrypto
Ilustrasi | Foto: Tokocrypto
Cyberthreat.id – Tokocrypto, pedagang aset kripto di Indonesia, menjalin kolaborasi dengan Indonesia Clearing House (ICH), lembaga kliring resmi, untuk pelaporan dan pendaftaran aset kripto yang diperdagangkan ataupun disimpan oleh pedagang aset kripto.
ICH menjalankan fungsi sebagai penjaminan dan penyelesaian transaksi serta sentra manajemen risiko atas transaksi yang terjadi di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) sejak 2009.
Di Indonesia, aset kripto termasuk dalam kategori aset finansial komoditas. Lembaga kliring ICH juga sudah menjalankan operasional perdagangan komoditas serta sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001.
"Kolaborasi dengan ICH ini membuktikan langkah konkrit kami memastikan transaksi aset kripto yang terjadi di Tokocrypto dalam pengawasan lembaga kliring resmi terkait dan sejalan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BAPPEBTI. Diharapkan bisa memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan bagi investor untuk bertransaksi di Indonesia," ujar COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda (Manda), dalam pernyataan persnya, Jumat (21 Jumat 2021).
Melalui kolaborasi tersebut, Tokocrypto akan melaporkan catatan atas kepemilikan aset kripto yang diperdagangkan atau disimpan secara real time setiap harinya kepada lembaga kliring ICH, sementara ICH akan menyiapkan sistem elektronik terkait penjaminan dan penyelesaian transaksi pasar fisik aset kripto.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Bappebti No.5/2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka dari BAPPEBTI, yaitu pedagang aset kripto berkewajiban melaporkan transaksi harian aset kripto dan dana yang berada di bank penyimpan.
Untuk membangun rasa aman dan kepercayaan investor untuk bertransaksi, Tokocrypto juga telah tersertifikasi ISO 27001 terkait sistem manajemen keamanan informasi dan juga ISO 27017 terkait keamanan informasi di komputasi awan.
Hingga saat ini, Tokocrypto telah mencatatkan active trader mencapai >90.000 per pekan, volume transaksi harian mencapai kurang lebih US$ 60 juta dan total mobile apps download lebih dari 500.000 sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2020.[]
Share: