
Ilustrasi kritik terhadap kebijakan privasi baru WhatsApp | Foto: Akun Facebook MoiNazim Graphics
Ilustrasi kritik terhadap kebijakan privasi baru WhatsApp | Foto: Akun Facebook MoiNazim Graphics
Cyberthreat.id – WhatsApp, penyedia layanan pesan daring milik Facebook Inc, mulai memberlakukan kebijakan privasi barunya akhir pekan lalu atau per 15 Mei 2021.
Dengan kebijakan privasi baru tersebut, WhatsApp akan berbagi data pengguna kepada induk perusahaan dan anak perusahaan Facebook lain.
Namun, kebijakan itu masih belum berlaku di Brasil. Otoritas setempat melawannya. Mereka menyelidiki impliksi kebijakan dengan privasi data pengguna.
Perlawananan itu dilakukan bersama-sama oleh Badan Perlindungan Data Nasional Brasil (ANPD), Badan Konsumen Nasional (Senacon), Layanan Penuntutan Federal, dan Pengawas Persaingan Usaha (Cade).
Berita Terkait:
Facebook sepakat dengan penyelidikan tersebut. Berdasarkan kesepakatan, selama penyelidikan tiga bulan ke depan (90 hari), pengguna WhatsApp di Brasil masih memanfaatkan layanan dan semua fiturnya berfungsi normal sebelum menyetujui kebijakan baru itu.
“WhatsApp telah menginformasikan bahwa mereka tidak akan menutup akun apa pun, dan bahwa tidak ada pengguna di Brasil yang akan kehilangan akses ke fitur aplikasi selama 90 hari setelah 15 Mei menyusul pemberlakukan kebijakan privasi baru dan persyaratan layanan baru,” tutur Otoritas Brasil, dikutip dari ZDNet, diakses Selasa (18 Mei 2021).
Dalam tiga bulan ke depan, Otoritas Brasil akan membuat kesimpulan apakah kebijakan baru itu gagal memenuhi persyaratan peraturan perlindungan data umum Brasil atau tidak.
Jika disimpulkan bahwa WhatsApp tidak mematuhi undang-undang yang berlaku, tindakan yang dilakukan adalah peringatan hingga denda. Sanksi sendiri baru bisa diterapkan sesuai regulasi setempat mulai Agustus 2021.
Baca:
Menurut Otoritas Brasil, Facebook bersedia untuk membahas dan memberikan klarifikasi mengenai rekomendasi yang dikeluarkan ANPD dan masalah lain terkait pembaruan persyaratan privasi aplikasi.
Pada pekan lalu, Otoritas Brasil menerbitkan dokumen yang menggarisbawahi bahwa kebijakan privasi dan praktik pemeliharaan data oleh WhatsApp dapat melanggar hak data pribadi pengguna.
WhatsApp diangap gagal memberikan informasi yang jelas terkait jenis data apa saja yang akan diperlukan oleh platform dan untuk tujuan apa.[]
Share: