IND | ENG
Di India, Beredar Hoaks Pengguna WhatsApp Harus Bayar

Ilustrasi | Foto : Livemint.com

Di India, Beredar Hoaks Pengguna WhatsApp Harus Bayar
Eman Sulaeman Diposting : Minggu, 07 Juli 2019 - 07:15 WIB

New Delhi, Cyberthreta.id - Aplikasi WhatsApp, Facebook, dan Instagram sempat tak bisa diakses beberapa hari lalu, tak terkecuali di India.

Setelah kejadian itu, beredar kabar bahwa aplikasi WhatsApp akan mati karena penggunaan yang berlebihan. Pesan itu juga meminta pengguna untuk meneruskan pesan teks ke kontak mereka, agar dapat terus menggunakan layanan aplikasi.  Jika tidak, akun mereka akan dibuat tidak dapat diakses dan layanan aplikasi tidak akan lagi gratis bagi mereka.

Namun, itu tidak benar. WhatsApp tidak pernah mengumumkan tentang hal itu dan bisa dipastikan itu adalah hoaks. Dikutip dari E Hacking News, Sabtu, (6 Juli 2019), pesan palsu yang diedarkan di WhatsApp adalah sebagai berikut:

“Aplikasi  akan dibatalkan Dari pukul 11.30 malam hingga 6.00 pagi setiap hari. Pesan ini dideklarasikan oleh pemerintah pusat. Pesan ini berasal dari Narendra Modi, Perdana Menteri India,” tulis pesan tersebut.

“Selanjutnya, kami meminta semua pengguna untuk meneruskan pesan ini ke seluruh daftar kontak. Jika Anda tidak meneruskan pesan ini, makan akun Anda tidak valid dan akan dihapus dalam 48 jam ke depan. JANGAN abaikan kata-kata saya, atau whatsapp tidak akan lagi mengenali aktivasi Anda. Jika Anda ingin mengaktifkan kembali akun Anda setelah dihapus, tagihan sebesar 499,00 Rupee akan ditambahkan ke tagihan bulanan Anda,”

“Kami juga mengetahui masalah yang melibatkan pembaruan gambar yang tidak ditampilkan. Kami bekerja dengan rajin memperbaiki masalah ini dan masalah akan segera aktif. Terima kasih atas kerja sama Anda dari tim modi. WhatsApp akan mengenakan biaya segera. Satu-satunya cara agar tetap gratis adalah, jika Anda adalah pengguna yang memiliki setidaknya 50 orang yang Anda ajak ngobrol. Untuk menjadi pengguna yang sering, Anda harus mengirim pesan ini ke 10 orang yang menerimanya, dan logo WhatsApp Anda akan berubah warna. kirim ini ke 8 orang untuk mengaktifkan whatsapp baru,” tambah pesan tersebut.

“Sabtu pagi (6 juli 2019), whatsapp akan dikenakan biaya. Jika Anda memiliki setidaknya 10 kontak, kirim pesan ini kepada mereka. Dengan cara ini, kita akan melihat bahwa Anda adalah pengguna yang rajin, dan logo Anda akan menjadi biru dan akan tetap gratis. (Seperti yang dibahas di koran hari ini)  Whatsapp akan dikenakan biaya 0,01 € per pesan. Kirim pesan ini ke 10 orang. Ketika Anda melakukannya lampu akan berubah menjadi biru kalau tidak whatsapp akan mengaktifkan penagihan,”

Demikian juga, pesan palsu lain mengklaim, bahwa WhatsApp telah dijual kepada Mukesh Ambani dan meminta pengguna untuk meneruskan pesan ke 10 orang untuk mengaktifkan WhatsApp baru bersama dengan layanan Facebook.

Pesan tersebut berbunyi:  "Jangan abaikan, mohon baca dengan cermat" Halo, apakah VARUN PULYANI direktur whatsapp, pesan ini adalah untuk memberi tahu semua pengguna kami bahwa kami telah menjual whatsapp kepada Mukesh Ambani.  WhatsApp sekarang dikendalikan oleh Mukesh Ambani. Jika Anda memiliki setidaknya 10 kontak, kirim sms dan logo Whatsapp Anda ini akan berubah menjadi ikon baru dengan "f" facebook dalam 24 jam. Kirimkan pesan ini kepada lebih dari 10 orang untuk mengaktifkan whatsapp baru Anda dengan layanan Facebook atau akun Anda akan dihapus dari server baru,” tulis pesan tersebut.

 

 

#Whatsapp   #Fakenews   #Facebook   #Instagram   #socialmedia   #down

Share:




BACA JUGA
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Lindungi Percakapan Sensitif, WhatsApp Luncurkan Fitur Secret Code
Fitur Baru WhatsApp: Protect IP Address in Calls
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook
Spyware CanesSpy Ditemukan dalam Versi WhatsApp Modifikasi