
Ilustrasi via The Record
Ilustrasi via The Record
Cyberthreat.id – Geng ransomware Babuk Locker mengancam akan mempublikasikan data sensitif milik Kepolisian Metropolitan Washington DC jika menolak permintaan pembayaran uang tebusan.
"Kami menyadari ada akses tidak sah terhadap server kami," kata Sean Hickman, juru bicara Kepolisian DC seperti dikutip The Record, Selasa (27 April 2021).
Ditambahkan, pihaknya telah melibatkan FBI untuk menyelidiki insiden peretasan itu.
Pernyataan ini dikeluarkan kepolisian DC setelah geng ransomware Babuk membuat pernyataan bahwa mereka telah membobol jaringan Kepolisian DC dan mencuri 250 GB file yang tidak terenkripsi.
Bahkan, geng ransomware Babuk juga memposting tangkapam layar dari berbagai folder yang diduga mereka curi selama penyerangan. Nama folder tampaknya berisi banyak file yang terkait dengan operasi, catatan disipliner, dan file yang terkait dengan anggota Kepolisian DC.
Tangkapan layar sebagian file yang disebut milik Kepolisian Washington DC | Sumber: The Record
Dalam postingannya, geng ransomware Babuk memperingatkan Kepolisian DC hanya memiliki waktu 3 hari untuk menghubungi mereka atau data informasi anggota kepolisian akan dibocorkan.
“Kami telah mengunduh cukup banyak informasi dari jaringan internal Anda, dan kami menyarankan Anda untuk menghubungi kami secepat mungkin, untuk mencegah kebocoran, jika tidak ada tanggapan yang diterima dalam 3 hari , kami akan mulai membocorkan informasi. Kami akan terus menyerang sektor negara bagian USA, FBI, CSA, kami menemukan zero day sebelum Anda, serangan yang lebih besar menunggu anda,” ungkap geng ransomware Babuk di situs kebocoran mereka seperti dilaporkan Bleeping Computer.
Tangkapan layar sebagian file yang disebut milik Kepolisian Washington DC | Sumber: The Record
Geng Babuk juga secara khusus memperlihatkan salah satu berkas yang berdasarkan judulnya terkait dengan penangkapan pasca aksi protes 6 Januari 2021 yang melanda Gedung Capitol.
Tangkapan layar sebagian file yang disebut milik Kepolisian Washington DC | Sumber: The Record
Nama geng ransomware Babuk Locker mulai muncul pada Januari 2021 ketika mereka menyerang jaringan sejumlah perusahaan besar dan membocorkan data mereka di forum peretasan, termasuk klub NBA Houston Rockets.
Pada akhir Januari, perusahaan penyedia tenaga kerja outsourcing yang menjadi rekanan lembaga layananan kesehatan Inggris, NHS, juga mengonfirmasi telah menjadi korban serangan Babuk. (Lihat: Geng Ransomware Babuk Serang Perusahaan Rekanan NHS Inggris).[]
Editor: Yuswardi A. Suud
Share: