Jakarta, Cyberthreat.id - Di dunia yang serbadigital ini, penting bagi masyarakat untuk peduli terhadap keamanan diri. Jangan sampai secara sukarela menyebarkan informasi pribadi secara berlebihan (overshare) di media sosial.
Itulah salah poin utama yang dibahas dalam diskusi publik bertajuk "Cybersecurity for Personal: Let's Make the Internet Safer for Everyone" yang diadakan di Gedung MNC Conference Hall, Jakarta, Rabu (3 Juli 2019).
Berdasarkan survei Technology Association of Oregon, masyarakat sendiri relatif masih rendah akan kesadaran pentingnya cybersecurity secara personal. Topik cybersecurity juga jarang menjadi bahan perbincangan.
Diskusi yang diadakan Cyberthreat.id bersama Komunitas Anon Cyber Team (ACT) itu menghadirkan pembicara, antara lain pakar keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, dan Ketua Komunitas ACT Winardi Adji Prasetyo.
ACT merupakan komunitas yang beranggotakan anak-anak muda menggeluti dunia bug bounty (pemburu bug). Sebagian besar dari mereka juga telah menjadi bagian dari peserta Voluntary Vulnerability Disclosure Program (VVDP) yang diselenggarakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pemimpin Redaksi Cyberthreat.id Nurlis E Meuko menyambut baik kegiatan seminar tersebut. Menurut dia, tidak mudah mengumpulkan banyak penghuni maya untuk datang ke acara seminar.
"Ini kegiatan menarik dan hebat. Barangkali inilah peristiwa paling konvensional bagi para hacker berkumpul secara fisik dan mereka datang dari berbagai pelosok negeri. Biasanya kan mereka disuksi di alam maya," kata dia.
Menyinggung soal materi seminar, Nurlis mengingatkan, sudah saatnya masyarakat harus sadar diri dan peduli terhadap informasi pribadi.
"Kami mengucapkan terima kasih pada BSSN yang sudah memfasilitasi acara ini. Kami juga tidak menyangka BSSN sangat memberi perhatiannya yang begitu serius pada kegiatan seperti ini," ujar Nurlis.