
WhatsApp | Foto: Freepik.com
WhatsApp | Foto: Freepik.com
Cyberthreat.id – Pemerintah Afrika Selatan membuat keputusan Facebook Inc tidak boleh membagikan informasi kontak apa pun yang dikumpulkannya dari pengguna WhatsApp di negara tersebut.
Facebook harus terlebih dulu mendapatkan otorisasi dari Pegatur Informastion (IR) Afrika Selatan, seperti dikutip dari Reuters, diakses Minggu (7 Maret 2021).
Seperti diketahui, awal Januari lalu, platform pesan daring milik Facebook, WhatsApp, memberitahu pengguna bahwa perusahaan sedang mempersiapkan kebijakan privasi baru. Intinya, mereka dapat berbagi sejumlah data, seperti lokasi dan nomor telepon kepada Facebook dan anak perusahaannya, seperti Instagram dan Messenger.
Sejak itu muncul protes dari para penggunanya di seluruh dunia, termasuk Afrika Selatan. Akibatnya, mereka beralih ke platform saingan, seperti Telegram dan Signal. WhatsApp pun menunda kebijakan privasinya hingga 15 Mei 2021 dan terus berupaya meyakinkan penggunanya bahwa kebijakan privasinya tersebut tetap melindungi privasi dan keamanan pengguna.
“WhatsApp tidak boleh memproses informasi kontak apa pun dari penggunanya tanpa mendapatkan otorisasi sebelumnya dari IR, baik itu tujuan pengumpulan nomor secara khusus, maupun tujuan menghubungkan informasi itu secara bersama-sama dengan informasi yang diproses oleh perusahaan Facebook lainnya,” kata IR.
IR mengatakan, kebijakan tersebut sesuai dengan Pasal 57 Undang-Undang Perlindungan Data Afsel (Protection of Personal Information Act).
Lembaga pemerintah itu juga mengatakan, telah bersurat ke Facebook Afsel dan menjelaskan, kekhawatirannya tentang kebijakan privas baru itu.
IR juga merasa ada perbedaan dengan pengguna Uni Eropa yang menerima perlindungan privasi jauh lebih tinggi daripada orang-orang di Afrika Selatan dan Afrika pada umumnya.
“Undang-undang kami sangat mirip dengan UE, juga sengaja didasarkan pada model itu, karena memberikan model yang jauh lebih baik untuk perlindungan informasi pribadi daripada di yurisdiksi lain,” kata Ketua IR Pansy Tlakula.
“Kami tidak mengerti mengapa Facebook mengadopsi perbedaan antara Eropa dan Afrika ini,” katanya.
Merespons langkah Afsel itu, WhatsApp mengatakan, sedang meninjau surat yang dikirimkan IR. Perusahaan juga menambahkan bahwa kebijakan privasi tidak mempengaruhi sifat privasi pesan pengguna yang dikirimkan.
“WhatsApp tidak membagikan kontak Anda dengan Facebook dan kebijakan itu berlaku untuk pengguna di mana pun, termasuk di Afrika Selatan,” kata WhatsApp.[]
Share: