IND | ENG
Adobe Masih Hidupkan Flash Player di China, Tapi Ditemukan Berisi Adware

Adobe Flash Player

Adobe Masih Hidupkan Flash Player di China, Tapi Ditemukan Berisi Adware
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 24 Februari 2021 - 16:15 WIB

Cyberthreat.id – Meski perusahaan perangkat lunak, Adobe, mengatakan aplikasi Flash Player-nya telah dimatikan dan file-file berbasis Flash telah diblokir per 12 Januari lalu, hal itu tak berlaku di China.

Adobe tetap mengizinkan perusahaan China lokal yang menjadi mitranya tetap mendistribusikan Flash di negara Tirai Bambu tersebut. Ini lantaran Flash masih banyak dipakai baik organisasi publik maupun sektor swasta.


Berita Terkait:


Saat ini, aplikasi Flash Player lama versi China hanya tersedia di situs web flash.cn. Situs web ini dikelola oleh perusahaan bernama Zhong Cheng Network, satu-satunya bisnis yang diberi lisensi oleh Adobe mendistribusikan Flash di China, tulis ZDNet, diakses Rabu (24 Februari 2021).

Adobe sejak lama telah mengumumkan untuk mematikan Flash Player karena sering disalahgunakan peretas. Sejak itu pula sebagian besar peramban web utama, seperti Chrome, Firefox, dan Safari telah menyingkirkan dukungan terhadap file berbasis Flash. Oleh karenanya, per 31 Desember 2020, Adobe secara resmi mematikan aplikasi yang pernah berjaya di masa lalu itu.



Namun, Adobe tak bisa mematikan itu di China. Padahal, pada awal Januari 2021, Minerva Labs, perusahaan keamanan China, mengatakan bahwa perangkat lunak keamanannya menerima banyak peringatan terkait Flash Plasyer China yang masih beredar.

Peneliti Minerva Labs menemukan bahwa aplikasi tersebut memang versi resmi, tapi di dalamnya menjalankan muatan tambahan.

Lebih tepatnya, “Aplikasi itu mengunduh dan menjalankan nt.dll, sebuah file yang dimuat dalam proses FlashHelperService.exe dan melanjutkan untuk membuka jendela peramban baru secara berkala, menampilkan berbagai situs iklan dan pop-up berat,” tulis ZDNet.



Selain Minerva Labs, firma keamanan Cisco Labs juga mulai menemukan aktivitas mencurigakan yang terkait dengan FlashHelperService.exe. Cisco Talos mengatakan, temuan itu ialah ancaman yang paling banyak terdeteksi antara 14-21 Januari lalu dan file tersebut juga menempati peringkat 10 teratas pada pekan pertama Januari dan antara 11-18 Februari.

Ancaman khusus ini tidak berdampak pada pengguna di luar China karena versi Flash yang diunduh dari flash.cn tidak akan berfungsi pada sistem komputer di luar China. Minerva Labs juga menyarankan jangan pernah mencoba untuk mengunduh program tersebut dan menginstal di komputer karena ancaman adware dan bahaya lainnya.[]

#adobeflashplayer   #flashplayer   #china

Share:




BACA JUGA
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware
Indonesia - Tiongkok Perkuat Kerja Sama Sektor Digital
Hacker China Luncurkan Serangan Spionase Terselubung terhadap 24 Organisasi Kamboja