
Ilustrasi via 4spotmarketing
Ilustrasi via 4spotmarketing
Cyberthreat.id - Perusahaan permodalan global yang bermarkas di Amerika Serikat, Sequoia Capital, sedang menyelidiki kemungkinan serangan siber yang dialami perusahaan itu berdampak pada data pribadi investornya.
Sequoia mengumpulkan dana dari investor dan menginvestasikannya ke perusahaan-perusahaan. Di Indonesia, Sequoia Capital diketahui telah menyuntikkan dana untuk sejumlah perusahaan startup seperti Tokopedia dan Gojek. Aplikasi hotel OYO asal India juga mendapat pendanaan dari Sequoia. Perusahan-perusahaan terkenal dunia yang diinvestasi oleh Sequoia termasuk Apple, Google dan Instagram.
Media Singapura The Business Times melaporkan, Sequoia pada Jumat pekan lalu (19 Februari 2021) mengatakan kepada investornya beberapa data pribadi dan informasi keuangan mereka mungkin telah diakses oleh pihak ketiga setelah salah satu karyawannya menjadi korban serangan phishing.
"Kami baru-baru ini mengalami insiden keamanan siber. Tim keamanan kami segera merespons untuk menyelidiki, dan kami menghubungi penegak hukum serta melibatkan pakar keamanan siber terkemuka dari luar untuk membantu memulihkan masalah dan menjaga keamanan sistem kami yang sedang berlangsung," kata Sequoia dalam sebuah pernyataan kepada Axios.
"Kami menyesal bahwa insiden ini telah terjadi dan telah memberi tahu individu yang terkena dampak. Kami telah melakukan investasi besar dalam keamanan dan akan terus melakukannya saat kami berupaya untuk mengatasi ancaman dunia maya yang terus berkembang," tambah perusahaan.
Sejauh ini, perusahaan belum melihat data-data yang telah dicuri itu diperdagangkan atau dipublikasikan di darkweb seperti yang biasa dilakukan peretas untuk meningkatkan daya tawar supaya perusahaan membayar uang tebusan.
Pada Senin kemarin, Sequoia mengatakan kepada The Business Times bahwa tim keamanannya telah "merespon segera untuk menyelidiki."[]
Share: