
Konferensi pers Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin di KPU RI, Minggu (30/06/2019) | Foto: Arif Rahman
Konferensi pers Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin di KPU RI, Minggu (30/06/2019) | Foto: Arif Rahman
Jakarta, Cyberthreat.id - Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin, mengimbau masyarakat untuk kembali mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Pesta demokrasi Pemilu dan Pilpres serentak 2019 telah usai dimana pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin keluar sebagai pemenang.
Selama kurang lebih 10 bulan proses pesta demokrasi berjalan, ruang publik dihiasi berbagai macam kejadian seperti aksi salingg blokir media sosial, pembatasan internet hingga sebaran hoaks yang memprovokasi dan memecah belah.
"Jangan ada lagi saling blokir di media massa karena itu harus kita akhiri dan disambung kembali tali silaturahim sesama bangsa," kata Ma’ruf Amin dalam kata sambutannya saat penetapan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 di KPU RI, Minggu (30 Juni 2019).
"Masih ada pekerjaan yang harus kita selesaikan, dan itu butuh persatuan dan kesatuan untuk melaksanakannya demi Indonesia sejahtera."
Dari pilihan kata yang diucapkan, Maruf Amin menyebutkan saling memblokir di media massa, tapi selama proses Pemilu 2019 berlangsung dinamika luar biasa terjadi di ruang siber terutama media sosial dan internet.
Selama proses kampanye, pendukung kedua belah pihak dari awal sudah menunjukkan kecenderungan konflik.
Dimulai dengan perang isu dan perang tagar di media sosial, aksi saling umpat cebong vs kampret sampai proses sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi. Dan memang dinamika politik jauh lebih menarik di dunia maya ketimbang media mainstream.
Yang paling mencuri perhatian adalah Aksi Demonstrasi 21-22 Mei di Bawaslu RI menuntut kecurangan yang terjadi selama proses Pemilu 2019.
Aksi di Bawaslu sempat membuat pemerintah membatasi internet dan akses media sosial. Pemerintah khawatir penyebaran hoaks, fitnah dan ujaran kebencian memperluas kerusuhan ke wilayah lain karena saluran informasi sulit dihentikan.
Pesan Ma’ruf Amin jelas. Ia menyasar semua pihak yang berhubungan dengan media sosial dan internet terutama dalam penyebaran informasi. Bahwa lima tahun ke depan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin butuh dunia Maya yang nyaman,sejuk dan aman dalam melakukan pembangunan.
Dan di era digitalisasi semua orang terhubung hanya melalui smartphone yang sudah menjadi kebutuhan primer.
"Untuk itu mari kita semua kembali rukun atau rukun kembali. Jangan lagi ada yang tidak bertegur sapa antara satu dengan yang lain. Antara tetangga, antara teman antara keluarga hanya karena berbeda pilihan politik. Karena kami bekerja untuk kemaslahatan seluruh bangsa Indonesia."
Share: