
Bitcoin. | Foto: freepik.com
Bitcoin. | Foto: freepik.com
Jakarta, Cyberthreat.id - Animo masyarakat Indonesia berinvestasi pada mata uang kripto atau kriptokurensi (cryptocurrency) diprediksi meningkat seiring berkembangnya teknologi.
"Potensi investasi cryptocurrency di Indonesia sangat menjanjikan, terutama generasi milenial. Nasabah cryptocurrency baru mencapai sekitar dua juta orang, sekitar satu persen dari jumlah penduduk Indonesia," ujar Chief Operation Officer digitalexchange.id Agung Kameswara usai peluncuran platform digitalexchange.id di Tangerang, Jumat (28 Juni 2019) seperti dilansir Antaranews.com.
Menurut Agung, peningkatan minat masyarakat terhadap investasi cryptocurrency dilatarbelakangi transaksi yang mudah dan menggunakan teknologi blockchain.
Agung mengatakan keaslian setiap transaksi dilindungi dengan tanda tangan digital yang terhubung dengan alamat pengirim sehingga memungkinkan semua pengguna memiliki kendali penuh atas pengiriman mata uang kripto itu.
"Teknologi itu membuat transaksi mata uang kripto aman, sehingga diprediksi banyak yang memilih investasi cryptocurrency," katanya.
Agung mengingatkan transaksi pada mata uang kripto cukup fluktuatif dan memiliki risiko yang tinggi. "High risk, high return. Namun pada setiap fluktuasi terdapat peluang yang cukup menguntungkan," kata dia.
CEO digitalexchange.id, Duwi Sudarto Putro, mengatakan, mata uang kripto juga tidak terlalu dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah atau isu yang sedang hangat seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
"Supply and demand (penawaran dan permintaan) menjadi salah satu prinsip bagaimana harga cryptocurrency terbentuk. Cryptocurrency itu istilahnya aset emas (logam mulia) digital, fluktuasinya juga cenderung dipengaruhi oleh isu-isu seputar perkembangan teknologi blockchain," katanya.
Share: