
Diperlukan cara khusus dari orang tua untuk mengorek informasi tersebut. Jangan lantas melancarkan berbagai aturan sporadis. | Foto: Freepik.com
Diperlukan cara khusus dari orang tua untuk mengorek informasi tersebut. Jangan lantas melancarkan berbagai aturan sporadis. | Foto: Freepik.com
Jakarta, Cyberthreat.id – Demi melindungi anak-anak dari ancaman dunia maya, para orangtua harus memberikan pengertian agar para buah hatiny selalu mawas diri ketika online.
Masalahnya, banyak anak yang segan bercerita atau setidaknya sekadar membuka obrolan tentang aktivitas mereka di internet. Alhasil, para orang tua tidak memiliki bayangan apa yang dilakukan anaknya di dunia maya.
“Diperlukan cara khusus dari orang tua untuk mengorek informasi tersebut. Jangan lantas melancarkan berbagai aturan sporadis, seperti: ‘Kamu tidak boleh begini, begini, begini…’,” ujar pengamat teknologi informasi, Onno W. Purbo yang dikutip dari Onnocenter.or.id, yang diakses Minggu (30 Juni 2019).
Menurut Onno, sebaiknya orangtua melakukan pendekatan yang lebih lembut dan ciptakan suasana yang santai.Dengan begitu, anak-anak menjadi lebih mudah untuk bercerita tentang pengalaman berinternet mereka.
“Sebaliknya, para orangtua sebelumnya juga harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan dan perkembangan teknologi yang sedang tren. Hal ini untuk menyeimbangkan pemikiran antara para orang tua dan anak-anak,” tutur dia.
Berikut ini lima pertanyaan awal yang bisa dipakai orangtua untuk memulai mengorek informasi dari anak-anak:
Pertanyaan ini untuk mengalihkan perhatian anak dari pikiran “Anda ingin menginterogasinya”. Ini juga terdengar seperti pertanyaan biasa dan natural. Dalam taraf ini anda akan mendengar jawaban untuk main game, chatting, dan Facebook-an.
Tanya anak anda kenapa memilih situs tersebut. Anda juga bisa melanjutkan pertanyaan situs apa yang sudah tidak populer lagi dan kenapa.
Nah, di sinilah anda mulai masuk ke dunia online anak. Mulai dari pertanyaan yang biasa dan tidak menggurui. Biarkan anak-anak bercerita, namun jangan lupa tanyakan kenapa dia memilih situs tersebut.
Anak anda mungkin tidak mengerti artinya, tapi setidaknya mereka tahu contoh-contoh yang telah terjadi. Ceritakan tentang berita kejahatan internet yang anda ketahui, seperti email dan foto yang tidak senonoh, pencurian data pribadi, account palsu di Facebook dan lainnya. Tanyakan: apakah anak Anda juga mengetahuinya.
Intinya, pastikan anak mengerti apa, jenis, dan dampak dari kejahatan internet. Hal ini ampuh untuk membuat mereka waspada dan bakal berpikir ribuan kali agar tidak terjerumus.
Ini tahap di mana untuk membuat diskusi lebih lanjut tentang kejahatan internet, seperti membahas kejadian peredaran foto porno dan situs yang berisi konten rasis. Ini bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan mereka, sehingga jika sesuatu terjadi di internet mereka bisa sharing ke anda dan tidak merasa segan.
Share: