IND | ENG
WhatsApp Muncul di Fitur Status, Jawab Kegalauan Pengguna

WhatsApp | Foto: Unsplash

WhatsApp Muncul di Fitur Status, Jawab Kegalauan Pengguna
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 29 Januari 2021 - 08:42 WIB

Cyberthreat.id – WhatsApp Inc membuat akun di platformnya untuk menjawab dan menenangkan kegalauan para penggunanya terkait kebijakan privasi barunya yang bakal diterapkan 15 Mei 2021.

Ini kali pertama aplikasi pesan daring milik Facebook itu memanfaatkan fitur “Status” di platformnya untuk memberikan informasi terbaru perusahaan.

Pada Jumat (29 Januari 2020), para pengguna WhatsApp di Indonesia tiba-tiba mendapati adanya akun WhatsApp dan membuat “Status”.

“WhatsApp sekarang membagikan informasi di Status,” tulis WhatsApp dengan huruf yang besar dan menonjol dengan latar hijau dan logo platform di atasnya.

“Di sini Anda dapat mengetahui informasi dan fitur baru,” demikian perusahaan menambahkan.

Ada empat status yang dibagikan oleh WhatsApp. Selain yang disebutkan tersebut, status lain menjelaskan tentang keamanan dan privasi platform.

“Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda,” tulis WhatsApp sambil mencantumkan tautan WhatsApp.com/privacy.


Sumber: WhatsApp


Selanjutnya, “WhatsApp tidak dapat membaca atau mendengarkan percakapan pribadi Anda karena percakapan tersebut terenkripsi secara end-to-end.”

“Nantikan informasi terbaru lainnya dari kami,” tutur WhatsApp.

Dalam amatan Cyberthreat.id, pemberitaan terkait “Status” WhatsApp ini selain di Indonesia juga diberitakan oleh media di Afrika Selatan, seperti Independent Online, The South African, dan Times Live dan media Pakistan seperti Dunyanews.tv.

Jika melihat pemberitaan mereka, “Status” WhatsApp sudah muncul di pengguna Afsel sejak Selasa lalu, sedangkan di Pakistan berbarengan dengan Indonesia.

Sejak awal Januari lalu, WhatsApp menjadi perbincangan pengguna di seluruh dunia lantaran pengumuman kebijakan privasi terbaru, bahwa perusahaan akan berbagi metadata penggunanya kepada Facebook Inc dan grup perusahaan lain.

Pengguna tak diberi opsi untuk menolak. Jika ingin tetap lanjut memakai WhatsApp, pengguna harus menerima kebijakan privasi yang awalnya akan diberlakukan pada 8 Februari 2021.

Akibat pengumuman itu, ramailah para pengguna eksodus ke platform pesaing lain. Yang mendapat durian runtuh tentu saja Signal dan Telegram. Bahkan, platform lokal Indonesia, Palapa, juga mendapat imbas dari kecemasn pengguna WhatsApp. Ketiganya mendadak mendapatkan tambahan pengguna yang cukup signifikan.[]

#whatsapp   #facebook   #kebijakanprivasi   #perlindungandatapribadi   #signal   #enkripsiend-to-end

Share:




BACA JUGA
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Lindungi Percakapan Sensitif, WhatsApp Luncurkan Fitur Secret Code
Fitur Baru Signal; Hanya Berbagi Nama, Tak Perlu Nomor Telepon
Fitur Baru WhatsApp: Protect IP Address in Calls
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook