IND | ENG
Yuk, Mengenal Persamaan dan Perbedaan antara Signal dan Telegram

Telegram versus Signal | Foto: androidpolice.com

Yuk, Mengenal Persamaan dan Perbedaan antara Signal dan Telegram
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Kamis, 21 Januari 2021 - 17:05 WIB

Cyberthreat.id – Aplikasi Signal dan Telegram saling bersaing menampung pengguna WhatsApp yang kesal karena kebijakan privasi terbarunya dianggap meresahkan.

Tak heran jika saat ini kedua aplikasi tersebut berada di puncak toko aplikasi baik App Store maupun Play Store. Keduanya dianggap oleh sebagian kalangan lebih menjamin keamanan dan privasi ketimbang WhatsApp yang sebentar lagi akan berbagi metadata penggunanya kepada Facebook Inc, induk perusahaannya.

Memang telah banyak yang mengulas tentang Signal dan Telegram. Namun, kali ini Cyberthreat.id mencoba mengulas persamaan dan perbedaan keduanya, seperti dikutip dari How To Geek, diakses Kamis (21 Januari 2021)

PERSAMAAN

  • Instant messenger. Keduanya sama-sama sebagai aplikasi pesan instan daring yang memiliki fitur layaknya WhatsApp, seperti panggilan suara dan video, berkirim file, atau stiker.
  • Gratis. Keduanya sama-sama menawarkan layanan gratis untuk perangkat seluler Android dan iOS. Namun, ada rencana Telegram untuk membuat layanan berlangganan sebagai cara monetisasi layanan.
  • Mendukung versi desktop. Sama-sama mendukung layanan berbasis web atau versi desktop, sehingga pengguna dapat mengobrol di PC Windows, Mac, atau sistem Linux.
  • Bukan perusahaan konglomerat. Signal dan Telegram tidak dimiliki oleh perusahaan teknologi besar atau perusahaan kategori konglomerat.

PERBEDAAN

  • Enkripsi end-to-end. Signal jelas mendukung enkripsi end-to-end secara default, sedangkan Telegram tidak. Telegram hanya mendukung fitur keamanan tersebut pada Secret Chat (Obrolan Rahasia)
  • Obrolan grup terenkripsi. Signal menawarkan obrolan grup yang terlindungi dengan enkripsi, sedangkan Telegram tidak, kecuali hanya percakapan dua orang saja. Sejumlah peneliti keamanan menilai protokol enkripsi Signal lebih baik daripada protokol enkripsi MTProto milik Telegram.
  • Fitur bawaan privasi. Signal memiliki fitur bawaan lain seputar privasi, termasuk kemampuan untuk secara otomatis memburamkan wajah di foto yang dikirim pengguna, sedangkan Telegram tidak memiliki fitur itu.
  • Menyimpan semua percakapan. Signal menyimpan semua percakapan di perangkat pengguna secara default, sedangkan Telegram disimpan di server perusahaan dan dapat disinkronkan di perangkat penggguna. Signal mampu menyinkronkan percakapan ketika pengguna mengganti perangkat, tetapi ini tidak berlaku untuk signal di web.
  • Berbasis open-source. Signal sepenuhnya berbasis perangkat lunak open-source, baik kode untuk klien Signal maupun kode untuk server dapat ditemukan di GitHub. Sementara, Telegram hanya kode sumbernya saja yang berupa open-source, untuk aplikasinya tidak.
  • Model bisnis pengembang. Signal dikembangkan oleh Signal Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didirikan secara donasi. Signal foundation yang mendanai mereka tidak ikut campur dalam pengembangan aplikasi, bahkan mereka tidak akan bisa melihat isi pesan pengguna. Sementara, Telegram dijalankan oleh perusahaan nirlaba dan telah bergumul dengan berbagai rencana untuk menghasilkan uang (monetisasi), termasuk penawaran cryptocurrency.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#telegram   #signal   #whatsapp   #enkripsiend-to-end   #instantmessenger

Share:




BACA JUGA
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Lindungi Percakapan Sensitif, WhatsApp Luncurkan Fitur Secret Code
Gunakan Bot Telekopye Telegram, Penjahat Siber Membuat Phishing Scams Skala Besar
Fitur Baru Signal; Hanya Berbagi Nama, Tak Perlu Nomor Telepon
Fitur Baru WhatsApp: Protect IP Address in Calls