
Ilustrasi | Foto: Unsplash
Ilustrasi | Foto: Unsplash
Cyberthreat.id – Negara mana yang paling mulus melakukan panggilan video grup? Jawabannya Jepang.
Jepang mengalahkan negara-negara maju lainnya dengan skor 68,7 poin. Di urutan berikutnya, yaitu Belanda dengan skor 68,6 poin, Korea Selatan 68,2 poin, Belgia 64,8 poin, dan Singapura 64,2 poin.
Singapura menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara dan Asia yang berada di 10 besar. Jika dalam skala 20 besar, Singapura ditemani Taiwan yang berada di urutan ke-13 dengan skor 58,8.
Demikian riset yang dilakukan OpenSignal, perusahaan analisis perangkat seluler asal Inggris terhadap 75 negara di dunia yang dituangkan dalam laporan berjudul “Quantifying the Mobile Experience of Group Video Call” yang dirilis Desember 2020 dan diakses pada Kamis (21 Januari 2021).
Pandemi Covid-19 membuat masyarakat beralih ke dunia digital memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi, salah satunya menggunakan panggilan video grup.
OpenSignal mengatakan skor penilaian yang diterapkan yakni 0-100 poin. Semakin tinggi poinnya, artinya pengalaman pengguna saat melakukan panggilan video grup berjalan dengan mulus.
Negara-negara Eropa, kata analis OpenSignal Francesco Rizzato, menempatkan paling banyak perwakilan dalam skala 20 besar. Sebut saja, Belanda, Belgia, Republik Ceko, Swss, Austria, Norwegia, Kroasia, Serbia, Bulgaria, Portugal, dan Finlandia.
Di mana Inggris, Jerman, dan China?
Namun, Inggris harus berada di posisi 28 dengan skor 44,5 poin, satu tingkat di atas Kanada, dan setingkat di bawah Yunani.
Di daftar survei juga tidak mencantumkan negara China. Tidak ada penjelasan mengapa China tidak masuk dalam survei. Namun, Hong Kong masuk dalam daftar yang berada di peringkat 32 dengan skor 42,7 poin.
Sementara, Italia, Jerman, Amerika Serikat, Prancism, dan Israel masing-masing berada di peringkat ke-34, ke-36, ke-42, ke-43, dan ke-45.
Rizzato mengatakan, survei dilakukan antara 1 Agustus hingga 29 Oktober 2020 yang hanya mengukur pada jaringan 4G.
Posisi Indonesia?
Di tingkat ASEAN, rajanya adalah Singapura, diikuti oleh Vietnam di peringkat ke-23, Laos ke-33 (42,6 poin), Myanmar ke-46 (32,5 poin), Thailand ke-51 (30,1 poin), Malaysia ke-56 (24,7 poin), dan Indonesia ke-57 dengan skor 24,5 poin.
Menariknya, Indonesia masih lebih bagus dibandingkan India (peringkat ke-66) dan Rusia (peringkat ke-61).
Francesco mengatakan temuan tersebut menunjukkan banyak negara lebih kecil yang mendapatkan skor sangat baik dibandingkan dengan negara besar. Ini kemungkinan karena sambungan seluler yang lemah di negara besar, tutur dia.
"Karena akan jauh lebih mudah bagi operator seluler di negara berukuran lebih kecil untuk memberikan pengalaman yang memadai kepada semua pengguna mereka dibandingkan dengan jaringan di negara yang lebih besar,” kata Francesco.
Bagaimana koneksi jaringan 5G?
Survei tersebut juga membandingkan bagaimana koneksi jaringan 4G dan 5G di negara-negara maju. Survei ini dilakukan di Belanda, Korea Selatan, Australia, Kanada, Taiwan, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi yang memang telah siap dengan jaringan 5G.
“Kami menunjukkan bahwa 5G membuat perbedaan yang signifikan untuk panggilan video grup,” kata Rizzato.
Dari sembilan negara itu, Belanda dan Korea Selatan berada di puncak teratas, yakni Belanda dengan skor 84 poin. Kemudian, Korea Selatan 83,3 poin, Australia (69 poin), Kanada (68 poin), Taiwan (67,6 poin), Jerman (57,3 poin), AS (53 poin), Inggris (49 poin), dan Arab Saudi (43,5 poin).
Namun dari kesembilan itu, Rizzato mengatakan, Kanada membuat perbedaan besar dengan jaringan 5G untuk pengguna ponsel cerdas dalam panggilan video grup. Pasalnya, poin antara 5G dan 4G sangat jauh, yaitu jaringan 5G mendapat skor 68,2 poin, sedangnkan jaringan 4G skornya 47,9 poin.
"Ini berarti bahwa pengguna seluler di Kanada 42,3 persen lebih cenderung memiliki pengalaman yang memadai saat melakukan panggilan video grup menggunakan teknologi 5G dibandingkan dengan 4G,” kata Rizzato.
Tak hanya Kanada, AS juga mencetak perbedaan jauh dari jaringan 4G dan 5G yaitu 37,6 poin untuk panggila video gru jaringan 4G dan 53 poin untuk jaringan 5G.
Pengukuran pengalaman panggilan video grup oleh OpenSignal ini dilakukan dengan pendekatan pengalaman kelompok dan tetap mempertimbangkan masing-masing pengalaman individu.
Data dikumpulkan setiap hari dalam kondisi penggunaan normal, termasuk di dalam gedung dan luar ruangan, di kota dan pedesaan. Adapun penilaian dilakukan berdasarkan metrik pengalaman video, suara, kecepatan unduhan dan unggahan, game, ketersediaan 4G, sertacakupan 4G.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: