IND | ENG
Dua Penjahat Siber Ditangkap Terkait Penjualan Alat Peretas Nintendo

Nintendo Switch | Foto: pocket-lint.com

Dua Penjahat Siber Ditangkap Terkait Penjualan Alat Peretas Nintendo
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 04 Oktober 2020 - 11:26 WIB

Cyberthreat.id – Dua anggota geng peretasan dan pembajakan konsol yang dikenal dengan julukan “Team Executer” ditangkap dan disangkakan terkait kejahatan penipuan.

Dua tersangka tersebut Max Louarn dari Prancis dan Gary Bowser dari Kanada ditangkap di Republik Dominika.

Mereka yang diduga sebagai pemimpin geng membuat sejumlah alat untuk membobol perangkat keras game yang terkunci, demikian menurut The Verge, diakses Minggu (4 Oktober 2020).

Team Xecuter adalah operasi canggih yang terkenal karena peretasan Nintendo, termasuk perangkat USB yang disebut SX Pro yang memungkinkan Nintendo Switch menjalankan game bajakan.

Motif nirlaba grup telah membuatnya menjadi kontroversial dalam komunitas modding (mempercantik/mendekorasi PC) dan emulasi, tulis Ars Technica.

Padahal, komunitas tersebut cenderung fokus pada upaya open-source dan menghindari menjual produk yang dapat menarik perhatian pembuat konsol dan otoritas pemerintah.

 Tim Xecuter juga membuat alat peretasan untuk Nintendo 3DS dan NES Classic.

Nintendo yang mengetahui grup tersebut mengajukan dua gugatan hukum terhadap organisasi tersebut pada Mei lalu. Tujuannya, menutup peritel pihak ketiga yang menjual  produk Tim Xecuter secara online.

Nintendo juga memiliki sejarah kontroversial sendiri yang melibatkan litigasi agresif atas penggunaan yang tidak sah atas kekayaan intelektualnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Nintendo juga berusaha melawan situs web yang menyediakan read-only memory (ROM) yang meng-hosting file game ripped (bajakan) dan situs web lain serta toko online konten bajakan dan alat perangkat keras lain yang terkait.

“Para tersangka ini diduga adalah pemimpin kelompok kriminal internasional terkenal yang meraup keuntungan ilegal selama bertahun-tahun dengan membajak teknologi video game perusahaan AS,” Brian C. Rabbitt, penjabat Asisten Jaksa Agung Divisi Kriminal Departemen Kehakiman, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Penangkapan ini menunjukkan bahwa departemen akan meminta pertanggungjawaban peretas yang berusaha mengambil alih dan mengeksploitasi kekayaan intelektual perusahaan Amerika untuk keuntungan finansial, di mana pun mereka berada," ujar dia.

Departemen Kehakiman mencoba untuk menekankan perbedaan antara aktivitas Xecuter dan emulasi nirlaba atau peretasan konsol.

Rilis tersebut mengatakan Team Xecuter "berusaha melindungi keseluruhan bisnisnya dengan menggunakan berbagai merek, situs web, dan saluran distribusi, sesuai dengan dakwaan," dan bahwa grup tersebut "menyelubungi aktivitas ilegalnya dengan tujuan yang diklaim untuk mendukung penggemar game yang menginginkan untuk merancang gim video mereka sendiri untuk penggunaan nonkomersial.”

Namun, tujuan utama dari aktivitas grup itu adalah untuk mengembangkan dan menjual alat untuk mencari keuntungan untuk menjalankan game bajakan, dan sebagai tambahan untuk membantu "membuat dan mendukung perpustakaan online dari video game bajakan".

Keduanya terancam hukuman penjara selama 20 tahun jika terbukti bersalah untuk setiap tuduhan konspirasi melakukan penipuan kawat dan konspirasi untuk melakukan pencucian uang.[]

#nintendo   #peretasan   #hacker   #game   #garybowser   #teamexecuter   #nintendoswitch

Share:




BACA JUGA
Yang Perlu Dilakukan Ketika Akun Twitter Anda Diretas
7 Langkah Memproteksi Akun TikTok Anda
[EXCLUSIVE] Pengakuan Riswanda, Hacker Indonesia Pembuat Alat Peretas 16Shop yang Gegerkan Peneliti Keamanan Siber Dunia
Basis Data Donatur Oxfam Australia Dijual di Forum Peretas
Snack Video Belum Terblokir di Google Play Store, Ini Jawaban Jubir Kominfo