IND | ENG
Cara Ubah Ponsel Jadul Menjadi Kamera Pengawas

Ilustrasi

Cara Ubah Ponsel Jadul Menjadi Kamera Pengawas
Tenri Gobel Diposting : Jumat, 04 September 2020 - 11:27 WIB

Cyberthreat.id - Punya ponsel cerdas jadul yang sudah ketinggalan zaman? Jangan buru-buru menjual dengan harga murah atau membuangnya. Sebab, ponsel itu masih bisa digunakan untuk kamera pengawas untuk keamanan Anda dan keluarga.

Dilansir dari Digital Trends, ponsel cerdas, meskipun modelnya mungkin sudah ketinggalan zaman, pada dasarnya tetaplah sebuah komputer seukuran telapak tangan yang dilengkapi dengan teknologi sensor canggih. Jadi, alih-alih menjual dengan harga murah atau membuangnya, kenapa tidak dipakai saja untuk kamera keamanan? Dengan begitu, Anda bisa menghemat pengeluaran daripada membeli kamera CCTV.

Ponsel lama ini, tentu saja yang dilengkapi kamera, bisa Anda tempatkan di dinding atau di mana saja dalam ruangan rumah Anda.

Untuk menjadikan ponsel sebagai kamera pengawas, Anda memerlukan aplikasi penunjang dan tersedia di toko aplikasi. Jika ponsel anda berupa iPhone tipe lama, tentu mencari aplikasinya di App Store. Begitu juga jika ponselnya berbasis Android, aplikasinya bisa dicari di Google Play Store.

Berikut lima aplikasi penunjang yang dapat membuat ponsel Anda menjadi kamera keamanan, seperti dirangkum dari Digital Trends, Jumat (4 September 2020).

Alfred
Alfred menjadi pilihan terbaik untuk mengubah ponsel lama menjadi aset keamanan Anda. Aplikasi ini dirancang sangat baik dan dapat dipasang pada dua ponsel, satunya sebagai kamera keamanan dan ditinggal di rumah, satunya lagi yang Anda bawa kemana-mana untuk memantau dan melihat rekaman.

Berdasarkan pantauan Cyberthreat.id, aplikasi ini juga memungkinkan Anda melihat rekamannya melalui web resmi mereka dengan masuk ke akun yang sama dengan di ponsel yang dijadikan kamera keamanan itu. Jadi, bagi Anda yang menginginkan pemantauan dari laptop atau komputer Anda itu bisa dilakukan dengan mengunjungi situs resmi Alfred dan membuat akun di sana.

Selain menyediakan rekaman streaming melalui ponsel cerdas Anda, Alfred juga menawarkan fitur lainnya seperti bunyi sirine, pembicaraan dua arah, deteksi gerakan, dan filter cahaya rendah. Ada pula “lingkaran kepercayaan”, di mana teman Anda bisa mengakses rekaman streaming itu sendiri jika perlu.

Untuk mendapatkan fitur penyimpanan yang lebih canggih Anda harus membayar Rp55 ribu perbulannya atau Rp33 ribu/12 bulan. Hanya saja, untuk memanfaatkan semua fiturnya Anda harus memiliki ponsel cerdas yang cukup canggih untuk memanfaatkan semua fitur ini, jadi ponsel lama mungkin tidak terlalu efisien.

Pantauan Cyberthreat.id, aplikasi ini tersedia di iOS.

AtHome Camera
AtHome menyediakan beberapa fitur termasuk opsi bicara dua arah, penglihatan malam, dan pembelajaran Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan untuk mengenali orang yang bergerak, bukan benda.

Jika ponsel Anda memiliki sensor yang tepat, AtHome Camera dapat secara otomatis mulai merekam jika mendeteksi getaran. Perhatikan bahwa ada dua versi aplikasi, satu untuk ponsel yang berfungsi sebagai kamera, dan satu lagi untuk ponsel Anda sendiri untuk kontrol, jadi pastikan Anda mengunduh opsi yang tepat.

Aplikasi ini tersedia di Google Play Store dan App Store.


Manything

Aplikasi iOS gratis ini dapat mengubah iPhone, iPod Touch, atau iPad Anda menjadi kamera keamanan yang terhubung dengan Wi-Fi. Kemudian, Anda dapat menggunakan perangkat iOS kedua sebagai monitor atau melihat rekaman streaming. Seperti Alfred, aplikasi ini juga bisa dipantau dari komputer atau laptop Anda dengan mengunjungi situs web resminya.

Manything uga menyediakan lebih dari sekadar kamera keamanan. Misalnya, ada saluran If This Then That (IFTTT) — memungkinkan Anda ‘menghubungkan dua aplikasi menjadi satu — sehingga Anda dapat menautkannya ke berbagai layanan web dan perangkat yang terhubung. Misalnya, jika Anda memiliki lampu Philips Hue di rumah, Anda dapat mengaturnya agar menyala secara otomatis setiap kali Manything mendeteksi gerakan. Artinya, dengan aplikasi ini Anda tidak hanya mendapatkan satu manfaat saja tetapi menjadikan ponsel Anda berfungsi seperti sakelar cerdas yang diaktifkan oleh gerakan.

Aplikasi ini tersedia di Google Play Store dan App Store.



Dormi
Aplikasi yang hanya tersedia di Android ini berbayar dengan US$ 7. Dormi akan menggunakan ponsel atau tablet Android apapun yang menjalankan Gingerbread versi 3.2 atau diatasnya dan menggunakan konektivitas internet dan sensor video dan audio canggih untuk digunakan dengan baik. Aplikasi ini dari tampilannya menyodorkan sebagai kamera keamanan untuk memantau bayi.

Untuk itu, Anda dapat menaruh perangkat ke dinding, dan itu beroperasi seperti monitor bayi biasa. Anda dapat menggunakan ponsel utama Anda untuk memantau audio atau video kapan saja. Dormi memiliki kemampuan untuk mengirimi Anda peringatan otomatis saat bayi Anda bangun. Jadi, jika bayi Anda tidur di kamar terpisah dengan Anda dan ia terbangun dan menangis, Anda akan tahu berkat notifikasi dari Dormi.


Cloud Baby Monitor

Aplikasi yang hanya tersedia versi iOS ini memberi Anda video berkualitas tinggi dan jangkauan tak terbatas melalui Wi-Fi,3G, atau LTE. Sesuai namanya, ini sangat berguna sebagai kamera keamanan monitor bayi ataupun rumah.

Tak jauh berbeda dari Dormi, kamera keamanan untuk memantau bayi ini mampu memberi tahu Anda tentang suara atau gerakan. Dormi juga dapat memainkan lagu pengantar tidur untuk membantu bayi Anda tertidur. Anda juga dapat menggunakan monitor untuk berbicara dengan bayi Anda dari jarak jauh.

Selain itu, aplikasi ini kompatibel dengan Apple Watch. Artinya, Anda bisa mendapatkan peringatan gerakan atau kebisingan langsung di pergelangan tangan Anda. Saat berhubungan dengan monitor bayi atau fungsi keamanan rumah, aplikasi ini juga kompatibel dengan Mac Anda. Anda dapat memantau pergerakan di rumah atau bayi Anda dari berbagai perangkat iOS Anda.

Selamat mencoba, ya.[]

Editor: Yuswardi A. Suud

#ponseltua   #kamera   #cctv   #pengawasan

Share:




BACA JUGA
Tips MendeteksiĀ Kamera Tersembunyi dengan Ponsel Pintar Anda
IDF Israel Minta Warganya Matikan Kamera, Hacker Malaysia Klaim Bobol Lebih 5 Ribu CCTV
Uni Eropa Pertimbangkan Larang AI untuk Pengawasan Massal dan Skor Kredit Sosial
Peretas China Curi dan Jual Rekaman Video Aktivitas Rumah Tangga hingga Seksual di Hotel
Peretas Mengakses Kamera Pengintai di Tesla, Cloudflare, Bank, hingga Penjara