IND | ENG
Queensland dan NSW Uji Coba Kamera Pendeteksi Ponsel di Jalanan

Ilustrasi

Queensland dan NSW Uji Coba Kamera Pendeteksi Ponsel di Jalanan
Arif Rahman Diposting : Senin, 27 Juli 2020 - 18:37 WIB

Cyberthreat.id - Pemerintah Victoria dan Queensland mengumumkan akan menguji penggunaan kamera pendeteksi ponsel di jalan-jalan untuk menangkap pengemudi yang secara ilegal menggunakan ponsel saat mengemudikan kendaraan.

Di Victoria, uji coba dimulai pada hari Rabu (29 Juli 2020) dan berlangsung tiga bulan ke depan melibatkan penempatan kamera resolusi tinggi di beberapa lokasi metropolitan dan wilayah regional.

Uji coba ingin memastikan teknologi yang dirancang untuk mendeteksi penggunaan ponsel saat mengendarai kendaraan serta mendeteksi kemungkinan kegiatan mengemudi ilegal lainnya. Misalnya tidak mengenakan sabuk pengaman sehingga teknologi ini diharapkan membantu dalam mengurangi kecelakaan.

Pada waktu bersamaan, uji coba ini akan membantu pemerintah negara bagian memahami bagaimana kamera pendeteksi ponsel dapat diintegrasikan dengan sistem kamera keselamatan yang telah dipasang di jalan-jalan negara tersebut.

Uji coba dilakukan Acusensus, perusahaan penyedia teknologi dan kontraktor layanan kamera lalu lintas yang saat ini digunakan pemerintah Australia.

"Pengemudi yang terganggu (saat mengemudikan kendaraan) bisa berakibat buruk di jalanan. Jadi, teknologi ini adalah langkah lain menuju penargetan perilaku yang tidak dapat diterima (di jalanan) sekaligus menjaga semua pengguna jalan tetap aman," kata Menteri Kepolisian Victoria dan Layanan Darurat, Lisa Neville, dilansir ZDNet, Senin (27 Juli 2020).

Jika terbukti bersalah dan masuk persidangan, pemerintah setempat menjamin tidak ada data pelanggaran yang diumumkan serta tidak ada pencocokan plat nomor. Pemerintah Victoria mengatakan, semua foto yang diambil akan dihapus kecuali untuk "keperluan terbatas" dan gambar yang tidak diidentifikasi.

Di Queensland, pemerintah setempat juga meluncurkan kamera pendeteksi ponsel di seluruh lokasi metropolitan dan regional sebagai bagian dari uji coba evaluasi enam bulan ke depan. Sama seperti di Victoria, kamera tidak hanya menangkap sopir yang menggunakan ponsel saat mengemudi, tetapi juga orang-orang yang tidak mengenakan sabuk pengaman.

Kamera pendeteksi ponsel di jalanan Australia


Pemerintah Queensland mengatakan kamera menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau kendaraan di jalur multi-lalu lintas selama 24 jam, tujuh hari seminggu, dan juga dipasang di jalan layang dan jembatan atau beroperasi dari trailer pinggir jalan.

Mereka yang tertangkap basah melakukan pelanggaran, selama masa persidangan tidak akan didenda atau menerima foto perilaku ilegal mereka.

"Awalnya, kami hanya mengevaluasi efektivitas kamera," kata Menteri Transportasi dan Jalan Utama Queensland, Mark Bailey.

Semua kendaraan yang melewati kamera akan dipindai dan gambar hanya akan dilihat oleh "personel yang berwenang" sebagai bagian dari proses pengujian. Uji coba ini mengikuti peluncuran kamera pendeteksi ponsel di New South Wales (NSW).

Pemerintah NSW segera menerbitkan sanksi denda dan memberlakukan pengurangan poin kepada mereka yang tertangkap menggunakan ponsel saat mengemudi selama bulan Maret lalu. Sebelum itu, kamera-kamera di NSW beroperasi dalam mode peringatan (warning) sebagai bagian dari uji coba yang telah dimulai sejak 2018.

Teknologi pengenalan wajah mungkin masih dalam tahap awal, tetapi sedang diluncurkan dengan kekuatan penuh oleh beberapa yurisdiksi di seluruh dunia. Masalahnya, apakah banyak negara siap atau tidak. Big Blue Technology sudah mengungkapkan kekhawatirannya bahwa teknologi pengenalan wajah bisa mempromosikan sikap rasisme. []

#Ai   #bigdata   #CCTV   #Australia   #smartcity   #deteksiponsel   #teknologipengenalanwajah

Share:




BACA JUGA
Naik Kereta Metro di Rusia, Bayarnya Cukup Pindai Wajah. Amankah Data Penumpang?
Usai Diserang Ransomware REvil, Kali Ini Acer India Diretas Geng Desorden
Ketika Pasar Seni Nigeria Beralih ke Mata Uang Kripto
Periode Oktober, Penerima Bantuan Data Internet Pendidikan Capai 26,6 Juta Orang
Eks Kepala Perangkat Lunak Pentagon: China Telah Menangkan Perang Teknologi AI