IND | ENG
Facebook Hapus Grup yang Suarakan Anti Masker

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Facebook Hapus Grup yang Suarakan Anti Masker
Tenri Gobel Diposting : Kamis, 23 Juli 2020 - 11:18 WIB

Cyberthreat.id – Facebook menghapus satu grup di platformnya yang menyuarakan anti penggunaan masker di masa pandemi Covid-19. Konten grup tersebut dianggap melanggar kebijakan platform terkait informasi keliru tentang Covid-19.

Grup Facebook itu bernama Unmasking America! Sebelum dihapus memiliki kurang lebih 9.600 anggota. Dalam keterangan di bagian “About” dari grup itu tertulis “menyebarkan kebenaran tentang masker!”.

Grup tersebut mencoba membantah anjuran pemakaian masker karena bisa menghalangi aliran oksigen dan berdampak psikologis negatif. Mereka juga menyarankan untuk siapa saja mengabaikan tindakan medis.

“Ketika Anda mengenakan masker, Anda turut menyatakan bahwa semua manusia adalah berbahaya, menular, dan sebuah ancaman,” tulis unggahan di grup itu.

Grup tersebut satu dari puluhan grup yang mempromosikan anti masker di Facebook. Beberapa grup lain bersifat pribadi, artinya admin grup harus menyetujui anggota baru sebelum dapat bergabung.

"Kami memiliki kebijakan jelas terhadap hal-hal yang mempromosikan informasi keliru dan berbahaya tentang Covid-19 dan telah menghapus grup ini, sementara kami juga meninjau [grup-grup serupa] yang lain," kata juru bicara Facebook Dami Oyefeso dalam email kepada The Verge, diakses Kamis (23 Juli 2020).

Informasi keliru atau hoaks tentang Covid-19 di media sosial begitu banyak. Facebook mengklaim telah menindak untuk membendung banjir hoaks.

Misal, pada April lalu, kelompok hak asasi manusia, Avaaz, menemukan 100 konten hoaks tentang virus corona di Facebook dan dibagikan lebih dari 1,7 juta kali dan dilihat sekitar 117 juta kali.

Pada 16 April, Facebook langsung membuat fitur baru dengan melabeli peringatan ketika seseorang menyukai, berkomentar, atau bereaksi terhadap sebuah unggahan tentang hoaks virus corona.
Pada Mei, perusahaan mengeluarkan laporan yang menggambarkan penggunaan kecerdasan buatan bersama dengan pemeriksa fakta manusia dan moderator untuk menegakkan standar komunitasnya.

Menurut laporan itu, Facebook memasang label peringatan pada 50 juta konten terkait Covid-19 dan menghapus lebih dari 2,5 juta konten yang terkait dengan penjualan masker, pembersih tangan, dan alat uji Covid-19.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#covid-19   #viruscorona   #facebook   #mediasosial   #hoaks   #ancamansiber   #seranganansiber

Share:

BACA JUGA
El Pais: Peretas China Diduga di Balik Pencurian Data Laboratorium Vaksin di Spanyol
Facebook dan Instagram Kembali Digugat karena Memata-matai Pengguna untuk Iklan
Ditanya Kasus Peretasan Akun WhatsApp Aktivis Ravio Patra, Polda Metro Jaya: Aduh, Ravio, Ravio Terus...
Gara-gara Serangan Ransomware, Pasien Rumah Sakit di Jerman Meninggal Dunia
Mozilla Matikan Layanan Firefox Send dan Firefox Note